Wakil Ketua Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Dr. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.,Ip.,M.Si. Fito/Istimewa

BERITA KUNINGAN, PASUNDANNEWS.COM – Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, menggelar safari Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Kuningan.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (29/11/2025) ini bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi dinamika global dan transisi ekonomi tahun 2026.

Agun menegaskan bahwa Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan dasar utama untuk menjaga kondusifitas nasional di tengah disrupsi digital dan ketidakpastian geopolitik dunia.

“Tahun 2026 akan penuh tantangan, mulai dari adaptasi kecerdasan buatan hingga perubahan peta ekonomi. Tanpa ideologi yang kuat sebagai jangkar, masyarakat akan mudah terfragmentasi oleh hoaks dan kepentingan jangka pendek,” ujar Agun di hadapan tokoh masyarakat dan pemuda di Kuningan.

Baca Juga :Agun Gunandjar Ajak Warga Ciamis Jalankan Fungsi Partisipasi Pembangunan dengan Baik

Transformasi Digital dengan Landasan Etika

Dalam pemaparan nya, ia mengajak generasi muda menggunakan nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai filter dalam berinteraksi di ruang siber untuk mencegah polarisasi.

“Pentingnya etika dalam menggunakan media sosial, dan kecerdasan buatan,” ungkapnya.

Selain itu, politisi senior Partai Golkar tersebut juga turut mendorong optimalisasi sektor pariwisata dan agrobisnis di Kabupaten Ciamis melalui prinsip gotong royong sesuai amanat UUD 1945.

Ia pun menghimbau warga untuk mempererat kembali persatuan pasca-kontestasi politik demi kelancaran program pembangunan di daerah.

Agun berharap, pemahaman Empat Pilar dapat diimplementasikan secara konkret dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dipahami sebagai teks sejarah.

“Kekuatan Indonesia ada pada persatuannya. Jika fondasi ini kokoh, tantangan seberat apa pun di tahun depan akan mampu kita lalui,” ujarnya.

Anggota Komisi XIII DPR RI tersebut turut merespons rampungnya berbagai proyek pembangunan seperti irigasi tersier berbagai wilayah di Kuningan menjelang akhir 2025.

Mengingat bahwa kedaulatan pangan adalah implementasi nyata dari kemandirian ekonomi sesuai UUD 1945.

“Air yang mengalir lancar ke sawah petani adalah bentuk hadirnya negara dalam menyejahterakan rakyat,” tegasnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Kabupaten Kuningan bisa lebih adaptif dan memberikan kebermanfaatan di tengah tantangan yang lebih besar.

“Semoga kita senantiasa bisa beradaptasi dengan zaman dan memberikan kebermanfaatan,” pungkasnya (Hendri/PasundanNews.com)