BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Agun Gunandjar Sudarsa menyoroti dinamika dunia digital yang kini menjadi tantangan baru bagi keutuhan bangsa.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (2/12/2025).

Dalam pemaparannya, Agun menjelaskan bahwa kemajuan teknologi informasi adalah pedang bermata dua.

Di satu sisi memudahkan komunikasi, namun di sisi lain berpotensi menjadi sarana penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi yang dapat mengikis nilai-nilai Pancasila.

“Saat ini, musuh bangsa bukan lagi hanya fisik, melainkan serangan terhadap pikiran dan ideologi melalui ruang digital. Jika kita tidak memegang teguh Empat Pilar, arus informasi yang liar bisa memecah belah persatuan kita,” tegas Agun di hadapan para generasi muda, praktisi media sosial, dan tokoh masyarakat Banjar.

Agun Gunandjar mengajak warga Kota Banjar, khususnya generasi Z dan Milenial, untuk menjadikan Pancasila sebagai penyaring (filter) sebelum menyebarkan informasi di dunia maya.

Ia menekankan bahwa etika berkomunikasi digital harus mencerminkan nilai Bhinneka Tunggal Ika.

“Dunia digital tidak boleh menjadi ruang hampa etika. Setiap jempol kita dalam membagikan berita harus berlandaskan pada nilai kemanusiaan dan persatuan. Jangan sampai konten yang kita buat justru merusak rumah besar bernama NKRI,” tambahnya.

Sosialisasi ini bertujuan membekali masyarakat agar memiliki ketahanan mental dan ideologi yang kuat dalam menghadapi era Society 5.0.

Acara yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan komitmen bersama warga Kota Banjar untuk menjadi “Duta Literasi Empat Pilar” yang aktif menyebarkan pesan positif dan persatuan di berbagai platform media sosial.

(Hendri/PasundanNews.com)