BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM -Pemerintah Kabupaten Ciamis memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program pelatihan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.
Penandatanganan nota kesepakatan sekaligus pembukaan program Tailor Made Training berlangsung di kawasan PT Chihaya Global Utama (CGU), Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Senin (26/10/2026).
Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus mendukung pertumbuhan investasi di Kabupaten Ciamis.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis, Dase Fadlil Yusdy Mubarak, mengatakan pelatihan berbasis kebutuhan industri diperlukan untuk mengatasi kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
Melalui pendekatan tersebut, peserta pelatihan dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha sehingga memiliki peluang lebih besar untuk terserap di pasar kerja.
“Kehadiran pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri adalah langkah nyata agar lulusan pelatihan kerja langsung siap pakai dan memenuhi standar yang dibutuhkan perusahaan,” ujar Dase.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja menjadi bagian penting untuk meningkatkan efektivitas program pelatihan.
Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyoroti perkembangan investasi di daerahnya yang mulai menunjukkan kemajuan dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga :Kadongdong Organizer Ciamis asah Kepercayaan Diri Anak Lewat Pelatihan Vokal
Ia mengakui, keterbatasan infrastruktur dan akses transportasi sebelumnya menjadi salah satu tantangan dalam menarik minat investor ke Kabupaten Ciamis.
Namun, melalui koordinasi dengan pemerintah pusat yang diperkuat sejak 2023 hingga 2024, sejumlah peluang investasi mulai terbuka.
Kehadiran investor yang membawa modal serta fasilitas produksi diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi dan pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Di sisi lain, Kemnaker mengingatkan pentingnya perlindungan hak pekerja di tengah berkembangnya kegiatan industri.
Perusahaan diminta memperhatikan standar keselamatan dan kesehatan kerja, jaminan kesehatan, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh karyawan.
Pihak BBPVP Bandung juga menyampaikan dukungan terhadap pengembangan pelatihan vokasi berbasis industri. Program serupa diharapkan dapat diperluas ke sektor usaha lainnya.
Berdasarkan indikator ketenagakerjaan yang disampaikan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Ciamis tercatat sebesar 4,08 persen, lebih rendah dibandingkan angka Jawa Barat yang berada pada kisaran 6,64 hingga 6,77 persen.
Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mencapai 66,15 persen, dengan jumlah penduduk bekerja berkisar antara 649 ribu hingga 681 ribu orang.
Meski memiliki tingkat pengangguran yang relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi, peningkatan kompetensi tenaga kerja tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Melalui kolaborasi pemerintah, lembaga pelatihan, dan sektor swasta, Pemkab Ciamis berharap kebutuhan tenaga kerja industri dapat dipenuhi oleh masyarakat lokal sekaligus memperkuat daya tarik investasi di Tatar Galuh. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































