BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Polres Banjar menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026 selama 14 hari ke depan untuk menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di wilayah Kota Banjar.
Kegiatan diawali dengan apel gelar pasukan gabungan yang melibatkan personel Polri, TNI, dan Dinas Perhubungan (Dishub) di Mako Polres Banjar, Senin (26/10/2026). Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro.
Dalam operasi kali ini, kepolisian menetapkan lima sasaran prioritas penertiban bagi pengguna jalan. Kelima pelanggaran tersebut meliputi manipulasi atau tidak menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), melawan arus lalu lintas, tidak memakai helm berstandar Standar Nasional Indonesia (SNI), berhenti sembarangan di bahu jalan, serta menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.
Kapolres menegaskan, pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis kepada pengendara, baik roda dua maupun roda empat.
Meski demikian, pendekatan persuasif tidak berarti mengesampingkan penegakan hukum, terutama terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Setelah melalui edukasi, kemudian ditemukan potensi kecelakaan yang fatal, merugikan keselamatan diri dan orang lain, dipastikan ada tindakan penegakan hukum berbentuk tilang. Baik, lisan, tilang elektronik maupun manual nantinya,” tegas Didi.
Selain menertibkan pelanggaran di jalan raya, Operasi Patuh Lodaya 2026 juga memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan pelajar.
Hal ini menyusul masih ditemukannya pelajar di bawah umur yang mengendarai sepeda motor ke sekolah, padahal persyaratan usia untuk memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah minimal 17 tahun.
Sebagai langkah pencegahan, Satlantas Polres Banjar terus menggencarkan edukasi keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di kalangan pelajar.
Baca Juga :Minggu Kasih, Kapolres Banjar Perkuat Sinergi Polisi dan Jemaat GKI
Menindaklanjuti arahan Kapolda Jawa Barat, petugas secara rutin mengunjungi berbagai sekolah di Kota Banjar untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas serta risiko berkendara tanpa memenuhi persyaratan yang berlaku.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Priyo Sumbodo, mengatakan operasi tahun ini dikemas lebih interaktif melalui penerapan sistem reward and punishment bagi pengendara yang ditemui petugas di lapangan.
Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan, sekaligus mendorong terciptanya budaya berkendara yang aman dan tertib.
“Reward dan punishment ini sebagai bagian edukasi untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas dan menjaga keselamatan selama di perjalanan. Terkait reward itu, berbentuk pemberian helm SNI selama persediaan masih ada,” katanya.
Melalui pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Banjar berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas semakin meningkat.
Pemberian helm SNI gratis bagi pengendara yang patuh menjadi salah satu bentuk apresiasi, sementara penindakan terhadap pelanggaran yang membahayakan tetap dilakukan sesuai ketentuan. Dengan demikian, operasi ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan sekaligus mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Kota Banjar. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































