BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Kadongdong Organizer di Lingkungan Bangunsari RT 07/RW 07 Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengembangkan pelatihan seni vokal sebagai sarana membangun keberanian dan kepercayaan diri anak sejak usia dini.

Sanggar tersebut tidak hanya mengajarkan teknik bernyanyi, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan mengendalikan rasa gugup saat tampil di hadapan publik.

Pengajar Kadongdong Organizer, Imas Rohmayanti, mengatakan bahwa pembinaan karakter menjadi salah satu perhatian utama dalam setiap kegiatan pelatihan.

Saat ini, sebanyak 80 anak dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama mengikuti pembinaan seni yang berlangsung di kediaman Kadongdong Organizer.

“Kami ingin anak-anak memiliki mental yang kuat dan berani tampil. Jadi, bukan sekadar mengejar prestasi atau menjadikan mereka artis,” ujar Imas, Minggu (25/10/2026).

Untuk mengukur perkembangan peserta, pihaknya menyelenggarakan konser mini secara rutin setiap pekan. Sekitar 20 anak mendapat kesempatan tampil secara bergiliran berdasarkan kelompok usia dan jenjang pendidikan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah evaluasi terhadap kemampuan vokal, penguasaan panggung, serta perkembangan mental peserta setelah menjalani latihan.

“Konser mini menjadi sarana uji praktik dan keberanian. Kami ingin melihat perkembangan anak setelah mengikuti proses latihan selama satu bulan,” jelasnya.

Baca Juga :Sulap Lahan Tadah Hujan jadi Produktif, Pemuda Ciamis Raup Peluang Usaha dari Budidaya Semangka

Salah satu peserta yang tengah mengembangkan kemampuan bernyanyi merupakan cucu anggota Komisi IV DPR RI, Herry Dermawan.

Siswi kelas II Madrasah Ibtidaiyah (MI) Andalan tersebut merupakan putri pertama pasangan Bagus Sugiarto dan Sena Ariska, warga Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis.

Keikutsertaannya dalam pelatihan vokal menjadi bagian dari persiapan menghadapi perlombaan menyanyi. Namun, keluarga lebih menitikberatkan pada pembentukan keberanian dan pengalaman tampil dibandingkan hasil kompetisi.

Dukungan keluarga diharapkan mampu meningkatkan motivasi anak untuk terus mengembangkan potensi seni sekaligus membangun rasa percaya diri.

Sementara itu, Kadongdong Organizer juga telah membina sejumlah talenta yang mencatatkan prestasi di bidang musik.

Di antaranya Arif Topan Sanjaya, peraih gelar juara ajang Gengstar tingkat Asia yang dijadwalkan merilis album perdana, serta Andris Bismillah yang meraih prestasi dalam ajang HAPMI.

Menurut Imas, keberhasilan pembinaan tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diperoleh peserta, melainkan juga perkembangan karakter selama mengikuti proses belajar.

Karena itu, ia mengingatkan orang tua agar tidak memberikan tekanan berlebihan kepada anak, terutama ketika menghadapi hasil perlombaan yang belum sesuai harapan.

Penggunaan kata-kata negatif, termasuk menyebut anak gagal, dinilai berpotensi melemahkan motivasi dan keberanian mereka untuk kembali mencoba.

“Yang terpenting adalah proses membangun mental anak. Kami berharap mereka tumbuh menjadi pribadi tangguh, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan,” pungkasnya. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)