*Ciamis Dorong Tradisi Ucapan Benih dari Karangan Bunga ke Bibit Tanaman*
BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Ciamis mengajak masyarakat, instansi pemerintah, maupun pihak swasta mengubah kebiasaan pemberian karangan bunga dalam berbagai acara seremonial.
Sebagai gantinya, ucapan selamat atau apresiasi diharapkan diwujudkan melalui pemberian bibit tanaman.
Imbauan tersebut disampaikan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Ciamis sebagai bagian dari upaya menekan timbulan sampah sekaligus memperkuat gerakan penghijauan di daerah.
Kebijakan itu dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Bupati Ciamis Nomor 400.14.1.1/1097-DPRKPLH.03/2026 yang mengatur imbauan penggantian karangan bunga dengan bibit tanaman pada kegiatan seremonial dan peringatan hari-hari besar di Kabupaten Ciamis.
Sekretaris DPRKPLH Ciamis, Aris Taufik Abadi, mengatakan langkah tersebut diharapkan tidak sekadar mengurangi sampah, tetapi juga mendorong masyarakat menjadikan setiap momentum perayaan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.
Menurutnya, karangan bunga yang diberikan saat kegiatan umumnya hanya memiliki masa pakai singkat. Setelah acara selesai, sebagian besar materialnya berpotensi menjadi sampah.
“Karangan bunga biasanya hanya bertahan beberapa hari lalu berujung menjadi sampah. Kalau diganti dengan bibit tanaman, manfaatnya bisa jauh lebih panjang karena dapat ditanam dan dirawat sehingga memberikan dampak positif bagi lingkungan,” kata Aris, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga :Pilkades Serentak 2026 di Ciamis Siap Digelar, Bupati Herdiat Minta Aparatur Desa Jaga Netralitas
Ia menjelaskan, penerapan imbauan tersebut dibuat sederhana. Pihak yang hendak memberikan ucapan melalui bibit tanaman dapat terlebih dahulu berkoordinasi dengan panitia acara.
Bibit kemudian diserahkan secara langsung pada saat kegiatan berlangsung.
Sebagai bentuk penghargaan kepada pemberi, panitia dapat memberikan tanda apresiasi berupa kartu ucapan khusus maupun sertifikat digital.
Aris menegaskan bibit yang terkumpul nantinya tidak berhenti sebagai simbol ucapan. Tanaman tersebut akan diarahkan untuk ditanam dan dikelola oleh instansi atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penyelenggara kegiatan.
Pengelolaan bibit juga akan dilakukan secara terdata dan dilaporkan sehingga keberadaan tanaman yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata serta menjadi bagian dari akuntabilitas program lingkungan.
“Jadi, bukan sekadar mengganti bentuk pemberian. Kita ingin setiap bibit yang diterima benar-benar ditanam dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.
Melalui gerakan :Mari Bersama Hijaukan Ciamis untuk Generasi Masa Depan’, DPRKPLH mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung perubahan kebiasaan tersebut.
Aris menilai tradisi menyampaikan ucapan selamat tetap dapat dipertahankan, namun medianya dibuat lebih ramah lingkungan.
“Pesan dan doanya tetap sama, hanya bentuknya yang kita ubah. Dari sesuatu yang cepat menjadi sampah, menjadi kebaikan yang bisa tumbuh dan dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.(Hendri/PasundanNews.com)



















































