Tim Inafis Satreskrim Polres Banjar saat melakukan olah TKP. Foto/Istimewa

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Aparat Kepolisian Resor Banjar masih menyelidiki kasus tewasnya seorang pria yang ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di Lingkungan Cikadu, Blok Ciaren, RT 29 RW 13, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jumat (7/8/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Asep Komara (64), warga setempat.

Jasad korban ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB di samping warung miliknya. Orang pertama yang menemukan korban adalah istrinya yang saat itu hendak memulai aktivitas pagi.

Korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan luka di bagian perut yang diduga berasal dari benda tajam.

Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Istri korban yang syok langsung meminta bantuan masyarakat setempat.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pengurus lingkungan sebelum diteruskan ke Polres Banjar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Asep Komara sehari-hari bekerja sebagai pengatur lalu lintas atau yang akrab dikenal sebagai ‘Pak Ogah’ di kawasan Simpang Tiga Lapang Golf, Jalan Raya Siliwangi, Kota Banjar.

Selain itu, ia juga tercatat sebagai anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kelurahan Karangpanimbal dan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Baca Juga :Kisah Penyintas Kebakaran di Banjar, Terbangun saat Api Membesar hingga Kehilangan Seluruh Dokumen Penting

Mendapat laporan dari warga, Tim Inafis Satreskrim Polres Banjar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Area penemuan korban dipasang garis polisi guna memudahkan proses penyelidikan sekaligus mengamankan lokasi.

Dalam pemeriksaan di TKP, petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, di antaranya sebilah pisau dan sepotong kayu.

Barang bukti itu akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk uji laboratorium forensik.

Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu Pramono Adi, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut.

Menurutnya, hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami dua luka akibat benda tajam di bagian perut.

“Korban ditemukan pertama kali oleh istrinya sekitar pukul 06.00 WIB. Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan dua luka akibat senjata tajam pada bagian perut korban. Dugaan sementara mengarah pada tindak kekerasan dan saat ini masih kami lakukan penyelidikan secara intensif,” kata Iptu Pramono Adi.

Ia menambahkan, penyidik masih mendalami berbagai kemungkinan yang menjadi motif di balik peristiwa tersebut.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan terus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap pelaku serta memastikan penyebab pasti kematian korban.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan masih berlangsung dan polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian itu diminta untuk segera melapor kepada pihak kepolisian guna membantu proses pengungkapan perkara. (Herman/PasundanNews.com)