BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Peristiwa kebakaran yang melanda tiga rumah di Lingkungan Cimenyan 2, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, menyisakan luka mendalam bagi para penghuninya.
Selain kehilangan tempat tinggal, para korban juga harus merelakan harta benda dan dokumen penting yang habis dilalap api.
Salah seorang korban, Sodikin, menceritakan momen mencekam ketika kobaran api mulai melahap rumahnya.
Saat kejadian, ia mengaku sedang tertidur dan baru tersadar setelah dibangunkan oleh anak sulungnya yang panik melihat api semakin membesar.
“Anak saya membangunkan sambil berteriak ada kebakaran. Setelah saya membuka pintu, api sudah besar. Kami tidak sempat berpikir apa-apa selain menyelamatkan diri,” ujar Sodikin saat ditemui di lokasi, Kamis (6/8/2026).
Kebakaran tersebut menghanguskan tiga rumah yang dihuni tiga kepala keluarga.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah itu mengakibatkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena hampir seluruh bangunan beserta isinya musnah terbakar.
Di tengah kepanikan, Sodikin hanya sempat menyelamatkan satu unit mobil dan tiga sepeda motor.
Baca Juga : Pemkot Banjar Gercep Tangani Korban Kebakaran di Cimenyan 2, Wali Kota Pastikan Bantuan dan Rekonstruksi Rumah
Sementara berbagai barang berharga yang berada di dalam rumah terpaksa ditinggalkan karena api dengan cepat membesar dan menguasai bangunan.
Ia mengungkapkan, sejumlah dokumen penting ikut musnah, mulai dari surat keputusan pensiun miliknya dan sang istri, SK pengangkatan anak, ijazah dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi, akta kelahiran, sertifikat tanah, hingga dokumen kendaraan berupa BPKB.
Tak hanya itu, uang tunai sekitar Rp6 juta yang baru diambil dari bank serta perhiasan emas yang disimpan di dalam lemari juga tidak berhasil diselamatkan.
“Semuanya habis. Surat-surat penting, uang, perhiasan, termasuk pakaian kami ikut terbakar. Sekarang yang tersisa hanya pakaian yang kami kenakan saat menyelamatkan diri,” tuturnya.
Untuk sementara waktu, Sodikin bersama keluarganya tinggal di rumah anaknya sambil menunggu tindak lanjut dari pemerintah terkait rencana pembangunan kembali rumah yang terbakar.
Ia mengaku keluarganya, terutama sang istri, masih mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
Meski demikian, Sodikin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjar, para relawan, dan masyarakat yang telah memberikan bantuan sejak hari pertama kejadian.
“Alhamdulillah kami mendapat bantuan logistik sehingga kebutuhan sehari-hari bisa terbantu. Mudah-mudahan rumah kami bisa segera dibangun kembali seperti yang disampaikan pemerintah. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah peduli dan membantu keluarga kami,” pungkasnya. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































