Prosesi Pelantikan HMI Komisariat Tarbiyah UID Ciamis. Foto/Hendri.PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Penguatan budaya literasi, pembinaan karakter, dan regenerasi kepemimpinan menjadi fokus utama dalam gerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Komisariat Tarbiyah Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis.

Hal tersebut diwacanakan saat Pelantikan Pengurus HMI Komisariat Tarbiyah UID Ciamis Periode 2026-2027 bertempat di Kampus UID Ciamis, Minggu (12/7/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Sacangreud Pageuh, Sagolek Pangkek: Meneguhkan Nilai, Mengemban Amanah Perjuangan’ itu menjadi wadah evaluasi organisasi sekaligus peneguhan arah kaderisasi.

Dalam sambutannya, MD KAHMI Ciamis Dapid Firdaus menekankan pentingnya membangun identitas intelektual di tingkat komisariat.

Ia mengusulkan agar setiap komisariat memiliki sedikitnya 20 buku wajib yang relevan dengan kebutuhan kader sebagai fondasi pengembangan wawasan dan ciri khas organisasi.

Menurutnya, proses pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan individu yang cakap secara akademik, tetapi juga harus membentuk pribadi yang berintegritas.

Baca Juga :Badko HMI Minta PT PLN UID Benahi Jaringan Listrik Wilayah Jabar Selatan, Soroti Pemadaman Berulang di Tiga Kabupaten

“Kader HMI Komisariat Tarbiyah harus aktif mengembangkan kompetensi di luar organisasi, menumbuhkan ide pemikiran dan gagasan melalui ruang-ruang diskusi, termasuk memiliki pengalaman mengajar di sekolah sebagai bentuk pengabdian di bidang pendidikan,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).

Ia juga mengingatkan agar seluruh kader tetap berpijak pada khittah Darussalam dengan karakter sebagai muslim moderat, mukmin, demokrat, dan muhsin diplomat.

Selain itu, kader didorong memperkaya perspektif keilmuan melalui pemikiran tokoh-tokoh seperti Hasan Al-Banna, Ali Syariati, maupun pemikir pendidikan lainnya.

Ketua Umum HMI Cabang Ciamis, Ghani Al Ghifari, menilai konferensi komisariat memiliki peran penting dalam menentukan arah gerak organisasi sekaligus menyiapkan estafet kepemimpinan yang berkualitas.

Menurutnya, komisariat merupakan garda terdepan dalam proses kaderisasi sehingga perlu terus diperkuat dari sisi intelektual, spiritual, dan tradisi keilmuan.

Baca Juga :Balita di Ciamis Dievakuasi Damkar Setelah Kepalanya Terjebak di Kaleng Biskuit

“Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kaderisasi dan memastikan estafet kepemimpinan berjalan dengan baik. Kami berharap kepengurusan yang baru mampu membawa HMI Komisariat Tarbiyah semakin progresif, produktif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai perjuangan HMI,” ujar Ghani.

Sementara itu, Ketua HMI Komisariat Tarbiyah, Asep Saepul Millah, menyampaikan apresiasi kepada UID Ciamis yang selama ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berproses dan mengembangkan organisasi kemahasiswaan.

Ia mengatakan, tema yang diusung dalam pelantikan ini merupakan pengingat bagi seluruh kader agar tetap teguh memegang prinsip perjuangan, konsisten menjalankan amanah organisasi, serta mampu menjaga nilai-nilai HMI di tengah dinamika perkembangan zaman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada UID Ciamis yang telah menjadi rumah tumbuhnya gagasan, karakter, dan kepemimpinan mahasiswa. Sebagaimana Darussalam mengajarkan kecintaan terhadap ilmu yang dihiasi budi suci, HMI Komisariat Tarbiyah berikhtiar menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian, organisasi sebagai ruang pembinaan, dan kepemimpinan sebagai bentuk ibadah,” tutur Asep.

Melalui pelantikan tersebut, HMI Komisariat Tarbiyah UID Ciamis berharap mampu bersinergi dengan kepengurusan baru yang memiliki kapasitas kepemimpinan, tradisi intelektual yang kuat, serta komitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, umat, dan bangsa. (Hendri/PasundanNews.com)