BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Universitas Galuh (Unigal) Ciamis resmi memiliki nahkoda baru setelah seluruh tahapan pemilihan rektor periode terbaru selesai dilaksanakan.
Ketua Dewan Pembina Unigal, Agun Gunandjar Sudarsa, memastikan proses seleksi berlangsung terbuka dan objektif dengan melibatkan tim independen yang diketuai Prof. Uman dan Prof. Syamsu.
Agun menjelaskan, seleksi diawali dari 13 dosen yang memenuhi persyaratan administrasi. Setelah melalui serangkaian penilaian, jumlah kandidat dipersempit menjadi lima orang yang mengikuti uji publik.
Dari tahapan tersebut kemudian mengerucut menjadi dua calon terakhir, yakni Dr. Tita dan Dr. Dewi.
“Seluruh proses berjalan sesuai mekanisme. Pada akhirnya Dr. Tita memperoleh kepercayaan sebagai Rektor Universitas Galuh. Sikap sportif juga ditunjukkan Dr. Dewi yang menerima hasil tersebut dan memberikan dukungan kepada rektor terpilih,” kata Agun, Selasa (7/6/2026).
Baca Juga :Agun Gunandjar Bekali Ratusan Amil Ciamis Wawasan Kebangsaan melalui Sosialisasi 4 Pilar MPR RI
Menurutnya, kepemimpinan baru langsung dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah yang tidak ringan.
Salah satu tantangan terbesar ialah menurunnya jumlah mahasiswa baru, kondisi yang disebutnya tidak hanya dialami Unigal, tetapi juga menjadi fenomena di berbagai perguruan tinggi.
Selain itu, yayasan mencatat sekitar 850 mahasiswa lama belum menyelesaikan studinya atau berstatus stagnan.
Karena itu, Dewan Pembina meminta rektor beserta jajaran segera melakukan kajian komprehensif untuk mengetahui penyebab utama sekaligus merumuskan langkah penyelesaiannya.
“Kami meminta dilakukan riset secara mendalam agar diketahui faktor penyebab penurunan mahasiswa baru maupun banyaknya mahasiswa yang studinya terhenti. Dari situ baru bisa disusun strategi yang tepat,” ujarnya.
Di sisi lain, Agun mengingatkan agar kepemimpinan baru tetap konsisten mengimplementasikan visi Unigal sebagai kampus konservasi budaya.
Baca Juga :FPP Dorong Pemkab Ciamis Tuntaskan Pembentukan Dewan Pendidikan, DPRD Siap Kawal Prosesnya
Menurutnya, konsep tersebut tidak boleh dipahami sebatas pelestarian kesenian atau kegiatan seremonial di situs budaya.
“Konservasi budaya harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Budaya Galuh, yakni asah, asih, dan asuh. Implementasinya bisa melalui penegakan kawasan bebas rokok, pembiasaan hidup bersih di lingkungan kampus, hingga penggunaan busana adat Galuh pada momen-momen tertentu,” tegas Agun.
Saat dimintai pandangan mengenai dinamika politik terkait kekosongan jabatan Wakil Bupati Ciamis, Agun memilih tidak memberikan komentar lebih jauh.
“Pengisian posisi tersebut merupakan kewenangan penuh Bupati Ciamis sesuai mekanisme yang berlaku,” tandasnya. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































