Kepala Desa Beber, Abdul Wahid Miftah Sofa. Foto/Istimewa

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Desa Beber, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, terus mengembangkan berbagai inovasi berbasis gotong royong atau partisipasi masyarakat.

Inovasi tersebut mulai dari bidang pelayanan publik, pendidikan, ketahanan pangan, sosial, hingga keagamaan.

Beragam program ini lahir dari kebutuhan warga, sementara pemerintah desa berperan sebagai fasilitator agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Kepala Desa Beber, Abdul Wahid Miftah Sofa, mengatakan inovasi yang dijalankan bukan untuk mengejar penghargaan, melainkan sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami tidak pernah berpikir bagaimana membuat program agar terlihat bagus. Yang kami pikirkan adalah bagaimana persoalan masyarakat bisa selesai. Dari situ inovasi lahir dengan sendirinya,” ujar Miftah, Minggu (5/7/2026).

Miftah menyebutnya, momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Beber yang ke-340 ini, semangat kolektif masyarakat untuk membangun desa terus dikedepankan.

Baca Juga :Pengunjung Antusias Ikuti Festival Kaulinan Tradisional di Ciamis, Budaya Sunda Dihidupkan Lewat Ruang Bermain Edukatif

Menurutnya, tantangan terbesar bukan menciptakan program baru, melainkan menjaga agar inovasi tersebut tetap berjalan dan menjadi budaya masyarakat.

“Membuat program itu sebenarnya mudah. Yang paling sulit adalah menjaganya agar tetap berjalan, terus berkembang, dan menjadi budaya masyarakat. Kalau masyarakat sudah merasa memiliki, program itu akan hidup dengan sendirinya,” katanya.

Salah satu program yang dijalankan adalah Program Spiritual sejak 2023 untuk memperkuat karakter masyarakat melalui riyadhah, do’a bersama, tahlil, dan ziarah makam leluhur.

Di sektor pelayanan publik, Desa Beber menghadirkan Pelayanan Spesial Masyarakat (PSM) dengan sistem jemput bola yang melayani administrasi kependudukan, kesehatan, bantuan hukum, hingga pendampingan sosial bagi warga.

Di bidang pendidikan, pemerintah desa menggagas Jawara Gemas untuk mengembalikan warga putus sekolah ke pendidikan kesetaraan. Hingga tahun ajaran 2024/2025, sebanyak 299 warga telah lulus Paket B dan Paket C, sementara sekitar 160 peserta masih mengikuti pendidikan.

Selain itu, Desa Beber memiliki program Menak Bersanggul Emas, yakni pemberian seekor anak kambing kepada setiap siswa yang mulai masuk SD.

Ternak tersebut dipelihara hingga lulus dan hasil penjualannya dapat dimanfaatkan untuk membantu biaya pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Kami ingin anak-anak memiliki semangat sekolah sekaligus belajar menabung sejak dini melalui aset produktif,” ungkap Miftah.

Baca Juga :Diduga Lakukan Pemerasan, Empat Oknum Ngaku Wartawan di Ciamis Diamankan Polisi

Di sektor ekonomi, masyarakat mengembangkan ketahanan pangan melalui budidaya sekitar 700 ekor kambing dan 24 ekor sapi, serta inovasi Melak Jukut Jadi Daging yang memanfaatkan rumput sebagai pakan ternak.

Warga juga mengelola program arisan kurban sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis gotong royong.

Sementara di bidang sosial, program Beber Raiyah Asuh Yatim (Berayat) menghimpun orang tua asuh dan donasi masyarakat untuk mendampingi 21 anak yatim dengan dana santunan sekitar Rp12 juta setiap bulan.

Miftah menegaskan, seluruh inovasi tersebut dapat bertahan karena dibangun bersama masyarakat dengan semangat kolektif untuk  mewujudkan desa Beber yang maju, adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.

“Saya selalu menyampaikan bahwa inovasi bukan milik kepala desa. Inovasi adalah milik warga. Pemerintah desa hanya memfasilitasi dan menggerakkan. Ketika masyarakat merasa memiliki, maka program akan terus hidup meski suatu saat kepala desanya berganti,” tandasnya. (Hendri/PasundanNews.com)