BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Pemkan Ciamis mempercepat penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari transformasi layanan publik dan penyaluran bantuan sosial berbasis digital.

Langkah ini ditandai dengan kegiatan sosialisasi aktivasi IKD yang dibuka Sekretaris Daerah Ciamis, Andang Firman Triyadi, di Aula Dinas Sosial, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi dengan Kementerian Sosial terkait penguatan pemanfaatan data untuk mendukung perluasan uji coba digitalisasi bantuan sosial melalui sistem PERLINSOS.

Dalam arahannya, Andang menekankan pentingnya percepatan aktivasi IKD sebagai fondasi pelayanan publik modern, khususnya dalam sektor administrasi kependudukan dan perlindungan sosial.

Ia meminta seluruh pihak tidak menjadikan skema daring maupun luring sebagai kendala dalam pelaksanaan di lapangan.

“Saat ini, capaian aktivasi IKD di Ciamis masih tergolong rendah, yakni sekitar 2 persen,” ujarnya.

Meski begitu, Sekda optimistis angka tersebut dapat meningkat drastis apabila seluruh elemen bergerak bersama melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Baca Juga : Bupati Ciamis Serahkan Bantuan Tunai kepada 83 Kepala Keluarga Terdampak Bencana

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Ciamis sebagai salah satu dari tiga daerah di Jawa Barat dalam program percontohan digitalisasi bansos harus dimanfaatkan secara maksimal.

Ia mengingatkan agar kesiapan masyarakat, terutama dalam kepemilikan identitas digital, tidak tertinggal dari program yang dijalankan.

Bahkan, Andang menargetkan lonjakan signifikan dalam waktu singkat.

Ia berharap dalam sepekan tingkat aktivasi IKD bisa mencapai 90 persen, dengan catatan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan terlibat aktif di lapangan.

Ia juga mengajak peserta sosialisasi untuk langsung bertindak setelah kegiatan, dengan membuka layanan aktivasi serta membantu keluarga dan lingkungan sekitar.

“Proses aktivasi yang relatif singkat dinilai menjadi peluang untuk mempercepat capaian secara masif,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ciamis, Yayan Muhamad Supyan, menjelaskan bahwa IKD berperan krusial dalam sistem PERLINSOS.

“Melalui identitas digital, proses verifikasi penerima bantuan sosial akan lebih akurat, cepat, serta meminimalisasi data ganda,” jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan sistem PERLINSOS akan menjadi pintu utama bagi masyarakat dalam mengakses berbagai program bantuan sosial secara digital dan terintegrasi.

Lebih jauh, Sekda juga menyinggung bahwa pemanfaatan IKD tidak hanya terbatas pada layanan administrasi kependudukan.

Identitas digital tersebut dirancang untuk terhubung dengan berbagai layanan publik lainnya, bahkan berpotensi digunakan dalam berbagai transaksi di masa mendatang.

Keberhasilan implementasi IKD, lanjutnya, sangat ditentukan oleh sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan pilar sosial dan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan program tersebut demi terwujudnya satu data kependudukan yang akurat dan terpadu,” tutupnya.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah perangkat daerah dan pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Sosial, BKPSDM, Inspektorat, para camat dan kepala desa, hingga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) serta unsur terkait lainnya. (Herdi/PasundanNews.com)