Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Dr. Erwan Darmawan. Foto/M. Meidra Gunawan.PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Memasuki musim hujan yang berpotensi memicu bencana alam, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis mengimbau seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD hingga SMP agar meningkatkan kewaspadaan namun tetap tenang dalam menjalankan aktivitas belajar.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Ciamis, Dr. Erwan Darmawan, usai menghadiri Seminar PGRI bertema “Pengenalan dan Implementasi Deep Learning dalam Era Kecerdasan Buatan”, di Auditorium STIKes Muhammadiyah Ciamis, Senin (24/11/2025).

Erwan menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sekolah yang terdampak cuaca ekstrem di beberapa wilayah.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pihak wilayah untuk memastikan keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Sekolah harus tetap siaga,” ujarnya.

Baca Juga :Bupati Herdiat Tekankan Peran Generasi Muda Lawan Money Politic di Festival Aspirasi BAM DPR RI

Sejumlah kecamatan dilaporkan mengalami dampak bencana. “Tambaksari, Rajadesa, dan tadi subuh saya mendapat informasi jalur Kawali juga ikut terdampak,” tambahnya.

Selain ancaman bencana, infrastruktur pendidikan juga menjadi perhatian serius. Erwan mengungkapkan sekitar 10 persen dari total sekolah dasar di Ciamis mengalami kerusakan berat.

“Dari sekitar 750 SD, diperkirakan 75 sekolah membutuhkan penanganan segera. Kami sedang mengupayakan dukungan pendanaan, baik formal maupun nonformal, agar pemulihan dapat diprioritaskan,” jelasnya.

Dukungan serupa disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, Edi Rusyana atau Apih.

Ia menyebut pihaknya tengah menggagas pembentukan Satgas Bencana PGRI yang akan bekerja sama dengan BPBD dalam penanganan darurat di lingkungan sekolah.

“Masih tahap rencana, tetapi ini akan menjadi prioritas agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan,” kata Edi.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada para pendidik agar tetap menjadi teladan dalam menghadapi situasi tak menentu akibat cuaca ekstrem.

“Tenang, Guru harus menjadi penerang dalam kegelapan, menenangkan di setiap keadaan, dan menjadi panutan. Jadilah guru yang digugu dan ditiru,” tutupnya.

(M. Meidra Gunawan/PasundanNews.com)