BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Sebanyak 560 anggota Pramuka mengikuti kegiatan Jambore On The Air dan Jambore On The Internet (JOTA-JOTI) 2026 tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Banjar, yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengenal teknologi komunikasi sekaligus memperkuat persaudaraan lintas daerah hingga mancanegara.

Dari total peserta tersebut, sebanyak 160 orang mengikuti JOTA melalui komunikasi radio amatir, sedangkan 400 peserta lainnya mengikuti JOTI dengan memanfaatkan jaringan internet.

Perpaduan kedua kegiatan ini memberikan pengalaman bagi anggota Pramuka untuk memahami perkembangan teknologi komunikasi yang terus berkembang.

Wakil Ketua Kwarcab Kota Banjar Bidang Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Asep Mulyana, mengatakan penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda agar mampu mengikuti perkembangan zaman.

Menurutnya, JOTA-JOTI bukan sekedar kegiatan berkirim pesan, melainkan sarana pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, wawasan, dan kemampuan beradaptasi.

“Dunia komunikasi dan kemajuan digitalisasi internet saat ini semakin berkembang. Ini menuntut kesiapan adik-adik semua untuk mengikuti dan memahami teknologi agar tidak tertinggal oleh zaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, JOTA memberikan pengalaman berkomunikasi menggunakan radio amatir, sedangkan JOTI membuka kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi melalui internet.

Baca Juga :Pemkot Banjar Anggarkan Rp1 Miliar untuk Rekonstruksi Jalan Cilengkong dan Sungai Cikembang

Kemampuan komunikasi radio juga dinilai penting sebagai alternatif ketika jaringan internet atau telekomunikasi mengalami gangguan.

Selain keterampilan teknis, peserta dibekali pemahaman mengenai etika digital, keamanan data pribadi, serta pentingnya menyaring informasi sebelum menyebarkannya.

Ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Banjar, Yana Bachyan, menyampaikan bahwa pelaksanaan JOTA-JOTI tahun ini sempat menghadapi kendala terkait perizinan pemancaran frekuensi radio.

ORARI harus memastikan seluruh penggunaan frekuensi sesuai ketentuan yang berlaku sebelum komunikasi radio dilaksanakan. “Izin resmi YH1B2 akhirnya terbit pada pukul 13.30 WIB,” ungkap Yana.

Ia menyebut penyelesaian perizinan tersebut tidak terlepas dari koordinasi dan dukungan ORARI Daerah serta para senior dan pembina.

Di tempat yang sama, Sekjen Kwarcab Kota Banjar, Yogi Pratama Dharma Setiawan berharap kegiatan ini bisa memberikan pengalaman baru yang dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan kepramukaan di gugus depan masing-masing.

“Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperluas pertemanan, mengenal keberagaman, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat kerja sama di tengah perbedaan budaya dan latar belakang,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Kwarcab Kota Banjar berharap lahir generasi muda yang cakap berkomunikasi, kreatif, mandiri, dan bijak memanfaatkan teknologi.

JOTA-JOTI 2026 tidak berhenti sebagai agenda tahunan atau kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menghubungkan persahabatan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian di antara sesama anggota Pramuka tanpa mengenal batas jarak” pungkasnya. (Hermanto/PasundanNews.com)