BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Cimanuk Citanduy menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).
Kegiatan ini berlangsung di Desa Wisata Cibubuhan, Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada Jumat (16/10/2026).
Turut hadir Anggota Komisi IV DPR RI, Herry Dermawan, sebagai narasumber utama bersama Kepala BPDAS Cimanuk Citanduy, Umar Nasir, S.Sos., M.Sc.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya RHL demi menjaga keseimbangan ekosistem serta mencegah kerusakan lingkungan.
Dalam pemaparannya, Umar Nasir menegaskan bahwa rehabilitasi hutan dan lahan merupakan langkah strategis untuk menekan potensi bencana ekologis, seperti banjir, tanah longsor, hingga kekeringan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat setempat.
“Melalui kegiatan ini, kami mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan terlibat langsung dalam upaya penghijauan serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pihaknya pun terus mendorong program Kebun Bibit Rakyat (KBR). Pada kesempatan ini, disalurkan aspirasi berupa 20 ribu batang bibit tanaman untuk 11 kelompok KBR.
Baca Juga : Baznas Ciamis Dorong Kemandirian Ekonomi Desa lewat Program Kanpung Zakat Paripurna
Masyarakat pun dapat menanamnya di lahan sendiri dan merasakan manfaatnya secara langsung. Secara keseluruhan, program alokasi mencakup 50 ribu bibit untuk kawasan mangrove serta 30 ribu bibit untuk wilayah daratan.
Sementara itu, Herry Dermawan menyatakan dukungan terhadap program penghijauan yang diinisiasi oleh BPDAS CimanuklvCitanduy, khususnya melalui skema KBR dan penyediaan bibit produktif.
“Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dan perbaikan sumber air, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat jika dikelola secara optimal,” tegasnya.
Herry menjelaskan pentingnya program Konservasi Tanah dan Air (KTA), seperti pembuatan sumur resapan dan bangunan penahan air (gili-gili).
Langkah teknis ini dinilai ampuh sebagai cadangan pasokan air guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan maupun risiko kekeringan ekstrem saat musim kemarau.
Materi yang disampaikan dalam bimtek mencakup teknik penanganan lahan kritis, tata cara pengelolaan Kebun Bibit Rakyat, hingga strategi pemanfaatan tanaman produktif bernilai ekonomis bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok tani setempat.
Turut hadir Anggota DPRD Ciamis, Asep Rahmat, tokoh masyarakat sekaligus penghubung wilayah, Haji Abdul Rafik, serta para kepala desa di wilayah setempat. (Pepi Irwan/PasundanNews.com)



















































