Tut Wuri Handayani Cup XIX Terancam Vakum, Panitia Soroti Krisis Operasional Usai Final. Foto/Pepi Irawan.PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Turnamen sepak bola antar-sekolah bergengsi Tut Wuri Handayani Cup ke-19 resmi mencapai partai puncak setelah melalui rangkaian kompetisi panjang dan melelahkan.

Namun, di balik suksesnya pelaksanaan laga final, masa depan turnamen tahunan ini justru berada dalam situasi yang mengkhawatirkan.

Ketua Forum Pemuda Galuh (FPG) sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Adang Ija, menyampaikan pernyataan mengejutkan terkait keberlanjutan Tut Wuri Handayani Cup.

Menurutnya, tingginya intensitas pertandingan tidak diiringi dengan dukungan finansial yang memadai.

“Turnamen tahun ini mencatat total 90 pertandingan hingga babak final. Ini menunjukkan antusiasme peserta yang luar biasa, tetapi di sisi lain menjadi beban berat bagi panitia,” ujar Adang.

Ia menjelaskan, produktivitas pertandingan yang tinggi tidak sebanding dengan jumlah penonton yang hadir di Lapangan Zipur.

Panitia mencatat terjadi penurunan signifikan jumlah suporter, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal dari pihak sekolah.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada keuangan panitia. Pasalnya, tiket penonton selama ini menjadi sumber utama pembiayaan operasional turnamen.

Baca Juga :Respons Cepat Pemkab Ciamis, Bupati Herdiat Pastikan Penanganan Banjir di Pamarican dan Cidolog Berjalan Optimal

“Minimnya pemasukan sangat berdampak fatal. Kami mengalami kesulitan serius dalam menyelesaikan kewajiban operasional,” tegasnya.

Adang mengungkapkan, sejumlah persoalan hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan, di antaranya pembayaran honorarium perangkat pertandingan, biaya layanan kesehatan dan PMI, serta administrasi penggunaan Stadion Galuh.

Melihat kondisi tersebut, panitia penyelenggara menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan turnamen.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sekolah dan pihak yang telah mendukung. Namun, dengan situasi finansial dan kendala operasional yang ada, kami mempertimbangkan secara serius untuk meninjau ulang bahkan menghentikan sementara pelaksanaan Tut Wuri Handayani Cup ke depan,” ujar Adang.

Situasi ini menjadi perhatian publik, mengingat Tut Wuri Handayani Cup selama ini dikenal sebagai salah satu wadah pembinaan dan pembibitan atlet muda sepak bola di Kabupaten Ciamis.

Jika tidak ada solusi konkret, turnamen tersebut terancam vakum.

Saat ini, masyarakat dan pegiat sepak bola menantikan respons serta langkah nyata dari para pemangku kepentingan terkait.

Antara lain Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis terkait dukungan sekolah dan mobilisasi siswa, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga.

“Terlebih mengenai fasilitasi dan pembinaan pemuda, serta Askab PSSI Ciamis dalam hal sinergi teknis dan keberlanjutan kompetisi kelompok umur di daerah,” pungkas Adang. (Herdi/PasundanNews.com)