Penampilan band Rukun Tetangga mampu memukau penonton dalam acara “Harmoni Raya Sound of Forgiveness” yang digelar di Area Panggung Seni Taman Pusdai. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Gelaran “Harmoni Raya Sound of Forgiveness” sukses menghadirkan nuansa kebersamaan di Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (3/4/2026).

Bertempat di Panggung Seni Taman Pusdai, acara ini menjadi momentum halal bihalal sekaligus wadah silaturahmi para musisi band Banjar Patroman.

Sejak sore hingga malam hari, ratusan warga memadati lokasi acara untuk menikmati suguhan musik dari berbagai genre.

Penampilan demi penampilan terus mengalir tanpa henti, mulai pukul 15.30 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB, menghadirkan warna musik yang beragam dari pop hingga metal.

Deretan band lokal tampil memukau dengan ciri khas masing-masing. Beberapa di antaranya adalah The ASN, Biru Langit, Invasion, DiASSENA, The Tabas, Padaloma, Ballistic, Old People, Rolling Doors, Dominique, Allegra, Cannabis, Dear Diary, ResBJR Project, Asasi, FenaFaris, hingga RT dan RW.

Setiap grup membawakan dua lagu andalan yang mampu menghidupkan suasana. Irama musik yang menghentak justru menjadi daya tarik tersendiri, membuat penonton larut dan ikut menikmati setiap penampilan di atas panggung.

Baca Juga :Ketidaksinkronan Pelaksanaan Pemilihan BPD di Kota Banjar, Ponimin Kembali Kritik DPMD

Peran MC seperti Kidong, Koko Kempez, dan Nonny turut menambah semarak acara. Interaksi yang terjalin antara penampil dan penonton menjadikan kegiatan ini terasa lebih hangat dan akrab, tidak sekadar hiburan semata.

Yang menarik, kegiatan ini terselenggara berkat inisiatif bersama para musisi tanpa dukungan anggaran pemerintah.

Semangat gotong royong tersebut menjadi cerminan kuatnya solidaritas komunitas musik di Banjar Patroman.

Sekretaris Daerah Kota Banjar, H. Soni Harison, yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan kekompakan para musisi.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa seni mampu mempererat persaudaraan sekaligus membangun identitas daerah,” ujarnya.

Soni pun berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan, mengingat pemerintah telah menyediakan ruang bagi para pelaku seni untuk terus berkreasi dan berkembang.

“Semoga ini menjadi momentum bagi para pelaku seni untuk terus berkreasi dan berinovasi, serta berperan bagi kemajuan Kota Banjar,” pungkasnya. (Hermanto/PasundanNews.com)