BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Asep Komara (62), korban pembunuhan di Lingkungan Cikadu Blok Ciaren RT 29 RW 13, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat.
Keluarga membantah keras tuduhan yang menyebut almarhum kerap membully atau mengolok-olok terduga pelaku.
Engkos Koswara (64), kakak ipar korban, mengatakan tuduhan tersebut tidak sesuai dengan keseharian Asep. Menurutnya, hubungan korban dengan pelaku selama ini justru berjalan seperti layaknya tetangga dan rekan di lingkungan sekitar.
Bahkan, ketika pelaku sedang sakit, Asep disebut menjadi salah satu orang yang ikut membantu mengurus berbagai keperluannya.
“Kalau dibilang almarhum sering membully atau mengolok-olok pelaku, kami dari keluarga tidak terima dan membantah keras. Justru ketika pelaku sakit, almarhum yang sering mengurus ke sana kemari,” ujar Engkos, Minggu (9/8/2026).
Keluarga juga membantah persoalan uang hasil pekerjaan sebagai “Pa Ogah” yang disebut-sebut menjadi bagian dari persoalan antara korban dan pelaku.
Engkos menjelaskan, sistem pembagian uang tersebut dilakukan berdasarkan waktu berjaga dan masing-masing orang memegang hasil yang diperolehnya, sehingga tidak ada uang regu yang dikuasai atau dibagikan oleh Asep.
“Uang hasil Pa Ogah itu bukan dipegang almarhum. Sistemnya masing-masing diatur waktunya, per sepuluh menit. Jadi uang yang didapat masing-masing dipegang sendiri. Tidak ada almarhum memegang uang regu kemudian dibilang tidak membagikannya,” katanya.
Baca Juga :Pembunuhan Asep Komara di Banjar, Polisi Jerat Tersangka dengan Pasal Berancam Hukuman Mati
Elom Komariah (50) istri korban, juga mengenang Asep sebagai sosok yang sebenarnya senang bercanda dan mudah bergaul. Meski dalam kesehariannya terkadang terlihat memiliki gaya bicara dan pembawaan yang terkesan arogan atau seperti koboy, keluarga menyebut hal tersebut bukan berarti Asep memiliki niat buruk kepada orang lain.
“Almarhum memang orangnya suka bercanda. Kalau dilihat dari gayanya mungkin terkesan arogan, seperti koboy. Tapi sebenarnya orangnya baik, baik di mata keluarga maupun warga di lingkungan sini,” ungkapnya.
Selain dikenal di lingkungan keluarga, Asep juga tercatat sebagai anggota aktif Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kelurahan Karangpanimbal.
Ketua RT 29 Nana Gunawan mengatakan, selama ini korban dikenal sebagai warga yang aktif dan cukup dekat dengan masyarakat di lingkungannya. Kepergian Asep pun meninggalkan kesedihan mendalam bagi warga yang mengenalnya.
“Almarhum itu anggota Linmas yang masih aktif. Di lingkungan juga dikenal. Kami sangat kehilangan, apalagi kejadian ini begitu mengejutkan dan menyisakan duka bagi keluarga serta warga,” katanya.
Kini, Asep Komara meninggalkan lima orang anak dan sembilan cucu. Bagi keluarga, tidak ada lagi kesempatan untuk mendengar candaan dan melihat sosok Asep menjalani aktivitas seperti biasanya.
Di tengah duka dan kehilangan tersebut, keluarga berharap masyarakat tidak mudah mempercayai tuduhan yang belum tentu sesuai dengan kenyataan dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian.
Diberitakan sebelumnya, warga Lingkungan Cikadu, Blok Ciaren, RT 29 RW 13, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, dikejutkan dengan penemuan jasad Asep Komara pada Jumat (7/8/2026) pagi.
Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya dalam kondisi sudah meninggal dunia dan kasus tersebut kemudian ditangani aparat kepolisian. Sementara itu, polisi masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut untuk melengkapi proses penyidikan. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































