BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Persaingan akademik antarpelajar madrasah dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Ciamis berakhir.
Sebanyak 1.261 peserta didik dari berbagai jenjang madrasah mengikuti rangkaian kompetisi yang digelar selama tiga hari tersebut.
Penutupan kegiatan berlangsung di MAN 1 Darussalam Ciamis, Rabu (9/9/2026). Peserta berasal dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Ciamis, H. Jajang Jamaludin, S.Pd., M.M., yang juga bertindak sebagai ketua panitia, mengatakan OMI memiliki tujuan lebih luas dibandingkan sekadar menentukan siswa terbaik dalam bidang akademik.
Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir, menggali potensi, sekaligus membangun sikap positif dalam menghadapi persaingan.
“OMI bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta membentuk karakter yang menjunjung kejujuran dan sportivitas,” kata Jajang.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan OMI 2026 berpedoman pada ketentuan yang ditetapkan Komite Nasional Kementerian Agama melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026.
Sementara itu, proses penilaian dan penetapan pemenang sepenuhnya dilakukan oleh dewan juri. Pengumuman hasil kompetisi dijadwalkan berlangsung pada pekan berikutnya.
Berbeda dengan kompetisi akademik pada umumnya, materi OMI dirancang dengan pendekatan yang mengintegrasikan bidang keilmuan dengan nilai-nilai keagamaan.
Baca Juga :Kadin Ciamis Dorong UMKM dan Komoditas Lokal Tembus Pasar Asia
Materi lomba pun disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan peserta.
Untuk tingkat MI/SD, peserta berkompetisi pada bidang Matematika dan IPA. Sementara tingkat MTs/SMP mencakup Matematika, IPA, serta IPS.
Adapun peserta jenjang MA/SMA menghadapi enam bidang perlombaan, yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, dan Ekonomi.
Pelaksanaan kompetisi juga dibagi berdasarkan jenjang. Hari pertama diperuntukkan bagi peserta tingkat Aliyah, kemudian dilanjutkan peserta tingkat Tsanawiyah pada hari kedua, dan ditutup dengan kompetisi tingkat dasar pada hari ketiga.
Salah seorang peserta dari MTs Al-Fadhilah Darussalam, Depi, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda selama mengikuti OMI. Menurutnya, karakter soal yang memadukan pengetahuan umum dengan materi keagamaan menjadi tantangan tersendiri.
“Kesulitannya relatif, tetapi karena materi yang diberikan terintegrasi, terdapat juga muatan keagamaan dalam soal. Menurut saya kegiatan seperti ini sangat baik dan perlu terus dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Kementerian Agama,” ujarnya.
Setelah seluruh rangkaian kompetisi tingkat kabupaten selesai, peserta yang meraih hasil terbaik akan dipersiapkan untuk membawa nama Kabupaten Ciamis dalam OMI tingkat Provinsi Jawa Barat.
Jajang pun memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi sekaligus mendorong para siswa untuk tidak berhenti mengembangkan kemampuan meski perlombaan telah berakhir.
“Selamat kepada para juara. Jangan berhenti berlatih dan terus tingkatkan kemampuan. Jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi dan membawa nama baik Ciamis di tingkat Jawa Barat,” pungkasnya. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































