Heri Purwanto saat menyiram bonsai di kebun bonsai miliknya. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUMDANNEWS.COM – Heri Purwanto (44), pria kelahiran Purwokerto yang kini tinggal di Dusun Langkaplancar, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, menemukan makna baru dalam hidupnya lewat dunia bonsai.

Ia menamai kebunnya “Maul Bonsai”, sebuah usaha yang lahir dari perpaduan antara hobi, filosofi, dan misi sosial.

Sebelum terjun ke dunia tanaman kerdil ini, Heri lebih dulu dikenal sebagai pebisnis kopi di kampung halamannya, Purwokerto.

“Saya masih produksi kopi sampai sekarang, tapi tahun ini saya mulai fokus ke bonsai. Ada sesuatu yang beda dari pohon kecil ini,” ungkap Heri saat ditemui di kebunnya, Selasa (5/8/2025).

Menariknya, Heri baru mulai menekuni bonsai pada tahun 2025. Meski terbilang baru, semangat dan visinya membuat Maul Bonsai cepat dikenal, khususnya di wilayah Banjar dan sekitarnya.

“Bonsai ini bukan cuma soal bentuk, tapi juga cara melihat kehidupan. Kita dilatih sabar, telaten, dan ikhlas,” katanya.

Heri, yang memeluk Islam pada tahun 2017, menyebut bahwa proses hijrahnya juga mempengaruhi cara ia memaknai aktivitas barunya ini.

“Sejak mualaf, saya mulai berpikir soal manfaat dan keberkahan. Bonsai ini jadi salah satu jalannya,” ujarnya.

Selain menjual bonsai jadi, Heri juga menyediakan bahan setengah jadi untuk para penghobi pemula.

Jenis-jenis pohon yang ditanam antara lain Serut, Anting Putri, Asem Jawa, Kimeng, Sancang, dan Waru, dengan harga bervariasi dari Rp1 juta hingga Rp15 juta per pohon.

Lebih dari sekedar bisnis, Heri membawa misi edukasi dan pemberdayaan. Ia menggandeng petani lokal untuk ikut membudidayakan bonsai.

“Saya pengin Maul Bonsai ini jadi tempat belajar. Bukan cuma buat yang beli, tapi juga buat yang nanam,” ucapnya.

Kepekaannya terhadap nilai sosial juga terlihat dari cara ia mengelola hasil usahanya. Sebagian dari keuntungan penjualan bonsai disumbangkan kepada anak yatim.

“Sedikit yang saya punya, semoga bisa bantu. Karena rezeki itu titipan, bukan punya saya sendiri,” kata Heri.

Dengan mengusung konsep budidaya, edukasi, dan pemberdayaan, Heri berharap Maul Bonsai bisa menjadi wadah yang menumbuhkan lebih dari sekadar pohon.

“Kalau pohonnya tumbuh, semoga hidup kita juga ikut tumbuh. Baik dalam iman, amal, dan manfaat,” pungkasnya.

(Hermanto/PasundanNews.com)