PASUNDANNEWS.COM – Perjalanan hidup Vanya Ilva Barlian (33), pemilik Kervan Gelato & Dessert di Jalan Laswi, Bandung, menjadi potret nyata bagaimana kerja keras, ketekunan, dan dukungan perbankan yang tepat dapat mengubah hidup seseorang.

Dari dapur sederhana di Turki hingga membuka usaha sukses di tanah air, langkah Vanya menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya.

Cerita itu bermula ketika Vanya mengikuti suaminya, Ugur Yilmaz (46), ke Turki.

Rasa jenuh di negeri orang membuatnya ingin mempelajari seni pembuatan gelato khas Turki dari keluarga suaminya yang sudah berpengalaman.

Namun, alih-alih langsung memegang resep rahasia, ia justru harus memulai dari bawah.

“Aku kira begitu bilang mau belajar langsung dikasih resep. Ternyata enggak,” kenang Vanya sambil tersenyum, Senin (11/11/2025).

Ia menghabiskan berbulan-bulan mencuci piring dan membersihkan buah ceri satu per satu sebelum dipercaya mengolah susu, bagian paling penting dalam pembuatan gelato.

Dari proses panjang itu, ia menyadari bahwa kunci gelato yang lezat bukan hanya bahan dan teknik, melainkan kesabaran, ketelitian, dan ketulusan hati.

Baca Juga :Bank BJB dan Universitas Negeri Malang Wujudkan Transformasi Digital Kampus Menuju Ekosistem Pendidikan Modern

Tahun 2022, Vanya kembali ke Indonesia setelah kehilangan ayah tercinta. Dalam kondisi hamil tujuh bulan, ia memutuskan membuka Kervan Gelato & Dessert pada Maret 2023.

Modal yang terbatas membuatnya hanya mampu membeli peralatan sederhana, sementara pendapatan awal tak lebih dari beberapa ratus ribu rupiah per hari.

Namun, semangatnya tak padam. Atas saran seorang teman, Vanya mencoba mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bank bjb.

Ia sempat ragu karena tak memiliki agunan seperti rumah atau kendaraan, tapi keraguan itu berubah menjadi harapan ketika mengetahui bahwa bank bjb menyediakan KUR tanpa agunan hingga Rp100 juta dengan proses cepat dan mudah.

“Rasanya seperti dikasih perahu setelah lama berenang sendirian,” ujarnya menggambarkan rasa lega saat pengajuan KUR-nya disetujui.

Dana tersebut ia gunakan untuk membeli mesin produksi baru dan memperbaiki fasilitas gerai. Hasilnya, kapasitas produksi meningkat dan pelanggan pun bertambah setiap harinya.

Tak berhenti sampai di situ, bank bjb juga mengundang Vanya untuk mengikuti program pendampingan UMKM melalui Sentra UMKM dan PESAT (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu).

Baca Juga :Bank BJB Dorong Pemerataan Akses Pembiayaan Rumah Lewat Kolaborasi dengan Pemkab Bogor

Di sana, ia kembali belajar tentang manajemen keuangan, pencatatan arus kas, serta strategi pengembangan bisnis.

Menurut Eka Yudistira dari Sentra UMKM Wilayah bank bjb, langkah ini merupakan bagian dari komitmen bank bjb untuk memperkuat pilar ekonomi rakyat.

“Kami ingin para pelaku UMKM tidak hanya meminjam uang, tapi juga memahami bagaimana mengelola bisnisnya dengan sehat. Ketika usaha mereka tumbuh, ekonomi daerah pun ikut bergerak,” ungkap Eka.

Kebijakan KUR tanpa agunan menjadi bukti keberanian bank bjb dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha kecil.

Dengan pendekatan personal, bank bjb memastikan setiap nasabah mendapatkan bimbingan agar usahanya benar-benar layak dan berkelanjutan.

Kini, Vanya mengaku bangga menjadi bagian dari keluarga besar bank bjb. Ia bahkan menyebut dirinya “bjb Mania”, karena merasa bank ini bukan hanya memberi pinjaman, melainkan juga kepercayaan dan ilmu untuk berkembang.

“bank bjb itu bukan cuma kasih pinjaman, tapi kasih alat pancing dan ngajarin cara memancing,” ucapnya sambil tersenyum.

Kisah sukses Kervan Gelato & Dessert menjadi bukti bahwa dukungan yang tepat bagi pelaku UMKM mampu melahirkan perubahan nyata.

Dari dapur kecil di Turki hingga menjadi pengusaha sukses di Bandung, perjalanan Vanya adalah cerminan bagaimana bank bjb terus hadir memperkuat ekonomi rakyat melalui pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan. (Herdi/PasundanNews.com)