Kerap Terjadi Kecelakaan, Warga Karangpucung dan Balokang Banjar Pasang Pintu Perlintasan Kereta Api. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Warga Dusun Balokang dan Dusun Karangpucung, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar berinisiatif meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api Darul Ulum dengan memasang pintu perlintasan secara mandiri. Langkah ini diambil menyusul sering terjadinya kecelakaan di lokasi tersebut.

Pemasangan pintu perlintasan dimulai sejak 3 Agustus 2025. Pintu dijaga oleh dua orang anggota Linmas yang berasal dari masing-masing dusun dan dibantu oleh masyarakat setempat.

Penjagaan dilakukan secara bergantian dalam tiga shift, hal ini untuk memastikan tidak ada kereta api yang melintas tanpa pantauan.

Tokoh masyarakat setempat, H. Asep Saepurrohman, mengatakan, inisiatif ini muncul dari keprihatinan warga terhadap keselamatan pengguna jalan, terutama karena perlintasan tersebut tidak dilengkapi palang pintu resmi dari pihak berwenang.

Baca Juga : Seorang Pria di Banjar Tewas Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Karangpucung

“Sudah terlalu sering terjadi kecelakaan di sini. Kami tidak bisa hanya menunggu tanpa melakukan apa-apa. Ini demi keselamatan bersama,” ujar H. Asep, saat ditemui di lokasi, Rabu (13/8/2025).

Asep menambahkan, bahwa warga merasa prihatin melihat beberapa insiden sebelumnya yang menyebabkan korban luka hingga meninggal dunia.

Oleh karena itu, mereka sepakat untuk secara swadaya membangun dan mengelola pintu perlintasan tersebut.

“Kami patungan, gotong royong, bahkan bergiliran jaga. Ini bukti kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan keselamatan,” imbuh Asep.

Hingga kini, belum ada bantuan resmi dari pemerintah atau pihak terkait, namun warga tetap berharap ada perhatian dan dukungan lebih lanjut agar keselamatan di perlintasan ini semakin terjamin.

Selain pemasangan palang, warga juga berencana menambahkan rambu-rambu peringatan dan lampu isyarat sederhana.

Inisiatif ini mendapat apresiasi dari pengguna jalan yang sering melintasi kawasan tersebut. Mereka mengaku merasa lebih aman dengan adanya penjagaan dan palang yang ditutup saat kereta akan melintas. Warga berharap, langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang memiliki perlintasan sebidang tanpa palang resmi.

(Hermanto/PasundanNews.com)