Beranda Opini Industri Kreatif Indonesia Perlu Banyak Marketer Handal

Industri Kreatif Indonesia Perlu Banyak Marketer Handal

BERBAGI

EKONOMI kreatif yang  mulai dikenal luas sejak munculnya buku The Creative Economy: How People Make Money from Ideas yang ditulis oleh John Howkins kini sudah mulai terasa dampaknya terhadap perekonomian di Indonesia, Pada tahun 2015 sektor ini menyumbang Rp 852 triliun atau 7,38 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Lalu pada tahun 2016 sektor ekonomi kreatif menyumbang PDB sebesar Rp 922,58 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 13,47 persen. Tahun 2017 menyumbang Rp 990 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 17,4 persen dan bahkan tahun ini diproyeksikan menyumbang PDB sebesar Rp 1.041 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 18,2 persen.

Jika Indonesia mampu mengoptimalkan hal tersebut maka tidak berlebihan rasanya jika McKinsey Global Institute meramalkan bahwa masa depan ekonomi Indonesia akan gemilang pada 2030. Hal itu didasari dari Indonesia yang memiliki kurang lebih 45 juta konsumen aktif dan akan bertambah menjadi 135 juta pada tahun 2030, populasi anak muda yang menjadi tumpuan ekonomi kreatif tumbuh lebih cepat dan berpotensi akan memberi kekuatan tersendiri untuk meningkatkan pemasukan negara.

RANCANGAN APBD KABUPATEN CIAMIS TA 2021

Ekonomi kreatif adalah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintegrasikan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan perekonomiannya.

Revolusi industri 4.0 juga menjadikan ekonomi kreatif menjadi salah satu isu strategis yang layak mendapatkan perhatian khusus sebagai pilihan strategi memenangkan persaingan global dengan optimalisasi penggunaan teknologi informasi.

Hal ini tentunya sulit untuk dikembangkan jika kemampuan Pelaku Ekonomi Kreatif masih sulit menjual produknya dikarenakan teknik Pemasaran yang kurang tepat. Kita memerlukan Marketer atau Pemasar yang handal guna membantu pelaku Ekonomi Kreatif memasarkan produknya secara tepat karena banyak produk kreatif yang sudah dihasilkan namun ketika berhadapan dengan pasar, metode pemasaran yang digunakan masih kurang tepat. Jika seperti itu, maka anak muda di Indonesia hanya akan jadi lebih konsumtif karena produk-produk di Indonesia sendiri pun tidak mampu bersaing dengan produk lain.

Ilmu pemasaran bukan hanya menjual produk, ilmu pemasaran juga mempelajari bagaimana strategi-strategi seperti dari penetapan harga, penentuan iklan, sampai strategi diferensiasi agar produk bisa sampai ketangan konsumen dan feedback terkait kepuasan pun bisa tercapai. Teknik pemasaran yang tepat akan lebih mengefektifkan cost karena salah satu permasalahan Ekonomi Kreatif ada pada modal yang terbatas dan pada akhirnya sulit untuk berkembang.

Konsep Marketing 4.0 yang dipopulerkan oleh Hermawa Kertajaya yang merupakan ahli marketing di Indonesia bisa jadi rujukan marketer untuk ilmu marketing yang up to date untuk membuat strategi yang tepat. Konsep ini merupakan pendekatan pemasaran yang mengkombinasikan interaksi online dan interaksi offline antara perusahaan dengan pelanggan.

Marketer harus memahami bahwa di era ekonomi digital, interaksi digital saja tidaklah cukup. Offline strategi pun tetap perlu diperhatikan dan justru bisa menjadi diferensiasi yang bagus karena pesaing lebih terfokus kepada dunia Online.

Selain mengkombinasikan online dan offline, Marketing 4.0 juga memperhatikan style dan subtansi. Disamping branding seperti konten menarik dengan kemasan bagus, juga harus memperhatikan hal subtansi seperti penawaran solusi yang diberikan dari sebuah produsen untuk konsumen.

Marketing 4.0 juga memperhatikan aspek “Kemanusiaan” untuk memperkuat hubungan dengan konsumen walaupun juga menggunakan artificial intelligence untuk mendorong produktivitas. Marketing 4.0 tidak berhenti pada teknologi semata, namun teknologi tersebut dijadikan alat untuk membantu menjaga hubungannya dengan konsumen.

Oleh : Rizky Fadillah

Ketua Ikatan Alumni Manajemen Pemasaran Telkom University

Bendahara Umum HMI Badan Koordinasi Jawa Barat

BERBAGI