BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Kekalahan telak PSGC Ciamis dari PSS Sleman dengan skor 0-6 menjadi titik evaluasi besar bagi manajemen Laskar Singacala.
Rentetan hasil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir bahkan mendorong CEO PSGC, Herdiat Sunarya, menyampaikan keinginan untuk mundur dari jabatannya.
Namun, rencana pengunduran diri tersebut tidak mendapat persetujuan dari manajemen pusat Persib. Herdiat justru diminta tetap memimpin PSGC dan bertanggung jawab mengawal proses pembenahan tim yang tengah terpuruk.
Hal itu disampaikan Herdiat dalam konferensi pers di Stadion Galuh Ciamis, Kamis (5/11/2026).
Ia mengungkapkan, kondisi permainan PSGC dalam empat hingga lima pertandingan terakhir menunjukkan penurunan yang cukup mengkhawatirkan.
Kekalahan enam gol tanpa balas dari PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo menjadi gambaran paling mencolok dari persoalan yang sedang dihadapi tim kebanggaan masyarakat Tatar Galuh tersebut.
Herdiat mengaku kecewa sekaligus prihatin melihat penampilan para pemain.
Menurutnya, PSGC belum mampu memperlihatkan permainan kolektif yang solid. Organisasi permainan dinilai belum berjalan baik, sementara emosi pemain, konsentrasi, dan kedisiplinan di lapangan juga menjadi persoalan.
Baca Juga :Pilkades Digital Ciamis Digelar 13 Desember 2026, 176 TPS Disiapkan di 40 Desa
“Situasi semakin sulit ketika tim harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit akibat kartu merah,” ujarnya.
Penurunan performa sejak awal kompetisi hingga pekan kedelapan turut memunculkan desakan evaluasi dari kelompok suporter.
Baracuda, Galuh Curva Sud, dan Viking Galuh termasuk elemen pendukung yang menyuarakan tuntutan perubahan menyeluruh di tubuh PSGC.
Menanggapi situasi tersebut, manajemen akhirnya mengambil keputusan terhadap jajaran kepelatihan. Pengunduran diri pelatih Eka dan Boy Jati Asmara diterima dan berlaku mulai Kamis (5/11/2026).
Untuk sementara, posisi asisten pelatih akan diisi melalui mekanisme caretaker sembari manajemen mencari sosok definitif. Sejumlah nama mulai dipertimbangkan, termasuk membuka peluang bagi pelatih lokal maupun figur lain seperti Niar Mizar.
Selain itu, Kuscheri diproyeksikan mendapat pendampingan dari Heri Tafni Kotari (HRK). Ia akan dilibatkan sebagai konsultan teknis untuk membantu pengawasan dan pembenahan tim, di luar tugas formalnya sebagai Direktur Tim Teknik.
Herdiat menegaskan, manajemen tidak mengabaikan berbagai kritik dan aspirasi yang disampaikan suporter. Seluruh masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah perbaikan PSGC ke depan.
Baca Juga :Pemkab Pangandaran Mulai Lunasi Utang Insentif Guru Ngaji, 6.324 Penerima Sumringah Setelah 4 Tahun Menunggu
Meski demikian, pemain yang saat ini memperkuat Laskar Singacala masih diberi kesempatan untuk membuktikan kemampuan hingga pembukaan bursa transfer pemain pada 2 Januari 2027.
Manajemen juga menyiapkan penambahan kekuatan melalui perekrutan lima pemain baru. Komposisi pemain yang dibidik mencakup talenta lokal dan asing guna meningkatkan kualitas permainan serta memperbaiki posisi PSGC dalam persaingan kompetisi.
Dengan perubahan di jajaran pelatih dan rencana penambahan pemain, PSGC diharapkan mampu segera keluar dari tren negatif.
“Pembenahan mental, disiplin, dan kolektivitas permainan menjadi pekerjaan penting agar Laskar Singacala kembali tampil kompetitif pada pertandingan berikutnya,” tegas Herdiat. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































