BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Wakil Ketua Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa menegaskan bahwa pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan merupakan kunci utama dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kota Banjar.

Penegasan ini disampaikan dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari pemuda, pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat Banjar.

Dalam paparannya, Agun Gunandjar Sudarsa, yang juga Anggota Komisi XIII DPR RI, menyoroti tantangan ekonomi lokal, terutama dalam penyediaan lapangan kerja.

Ia menekankan perlunya kolaborasi dan semangat Gotong Royong sebagai implementasi nyata dari Pancasila untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi yang kita cita-citakan harus berdiri di atas fondasi yang kokoh, yaitu Empat Pilar Kebangsaan. Pancasila mengajarkan kita gotong royong dan keadilan sosial, yang harus kita terjemahkan dalam kebijakan ekonomi pro-rakyat, terutama bagi UMKM,” jelas Agun, Minggu (16/11/2025).

Strategi Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Lokal

Agun Gunandjar memberikan tiga poin fokus strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi Kota Banjar.

“Pertama, pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif. Kami turut mendorong pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk lebih agresif dalam memfasilitasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” jelasnya.

Menurutnya, potensi produk lokal, terutama di sektor pertanian dan pariwisata, harus dikembangkan dengan pendekatan yang kreatif dan berwawasan kebangsaan.

Kedua, peran digitalisasi dan Gen Z, pentingnya generasi muda (Gen Z) Kota Banjar untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai alat pemberdayaan.

“Anak muda Banjar harus menjadi ‘Digital Entrepreneur’. Gunakan platform e-commerce dan media sosial untuk menembus pasar yang lebih luas. Ini adalah medan juang baru untuk ekonomi,” tegasnya.

Ketiga, memperkuat jati diri bangsa, bahwa setiap langkah pembangunan ekonomi harus tetap selaras dengan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika.

“Keberagaman adalah kekuatan kita. Jangan sampai persaingan ekonomi menimbulkan perpecahan. Kita harus bersatu sebagai NKRI untuk mencapai kemakmuran bersama,” tutupnya.

Acara sosialisasi ini diakhiri dengan komitmen bersama dari para peserta untuk tidak hanya memahami Empat Pilar, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam upaya membangun kemandirian dan ketahanan ekonomi di lingkungan masing-masing.

(Hendri/PasundanNews.com)