BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Diduga akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk, gedung SD Negeri 3 Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, ambruk pada Selasa (13/10/2026) malam sekitar pukul 19.20 WIB.
Bagian bangunan yang ambruk meliputi ruangan kantor dan perpustakaan sekolah. Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi Pemerintah Desa Batulawang, mengingat bangunan tersebut merupakan fasilitas penting yang menunjang kegiatan pendidikan.
Sekretaris Desa Batulawang, Ahmad Subur, mengungkapkan bahwa pihak pemerintah desa merasa cemas atas kejadian tersebut. Kondisi bangunan yang diduga sudah lapuk menjadi perhatian serius, terlebih kerusakan terjadi pada ruangan yang digunakan untuk menunjang aktivitas sekolah.
“Pemerintah desa tentu merasa cemas dengan kejadian ini. Kami berharap segera ada penanganan dari pihak terkait agar kondisi bangunan sekolah bisa diperiksa dan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Baca Juga :Sebanyak 23 Tim Kader PKK Kota Banjar Adu Kreatifitas Paduan Suara, Perebutkan Trofi Wali Kota
Selain ruangan kantor, bagian perpustakaan yang ambruk juga menyimpan sejumlah perlengkapan pendidikan. Di dalam ruangan tersebut terdapat satu set alat kesenian, buku-buku, serta berbagai barang lainnya yang digunakan untuk mendukung kegiatan belajar siswa.
Meski menimbulkan kekhawatiran, beruntung ambruknya bangunan tersebut tidak pada siang hari. Sebab, kejadian tersebut berlangsung di luar jam kegiatan belajar mengajar sehingga tidak terjadi saat siswa dan guru beraktivitas di sekolah.
“Beruntung kejadiannya malam hari, bukan saat siang ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Kalau sampai terjadi saat siswa sedang berada di sekolah, tentu resikonya bisa lebih besar,” ungkap Ahmad Subur.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar dijadwalkan meninjau langsung lokasi bangunan yang ambruk pada Rabu (14/10/2026) pagi. Peninjauan tersebut diharapkan dapat memastikan kondisi kerusakan sekaligus menjadi langkah awal untuk menentukan penanganan selanjutnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan berkala terhadap kondisi fisik bangunan sekolah, terutama gedung yang diduga telah mengalami pelapukan.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah yang diperlukan agar keselamatan siswa, guru, serta seluruh warga sekolah tetap terjamin. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































