Beranda Bandung Raya Caleg PSI: Nyoblos di TPS Sendiri tapi Suara Gak Ada

Caleg PSI: Nyoblos di TPS Sendiri tapi Suara Gak Ada

PASUNDANNEWS.COM, NGAMPRAH– Calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku hilang suara banyak di Dapil 3 yang menjadi wilayah pemilihannya. Tragisnya, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di tempat tinggalnya pun, nihil. Padahal ia dan juga anggota keluarganya memilih dirinya.

Disampaikan Cucu yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPRD Kab. Bandung Barat dari PSI, bersama keluarganya dia melakukan pencoblosan di TPS 11, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Akan tetapi suaranya sendiri di TPS tersebut tidak ada, termasuk suara dari anggota keluarganya.

“Ini aneh, suara saya, suara dari keluarga saya masa gak ada, padahal saya milih tapi kok gak ada,” kata Cucu saat ditemui disela rekapitulasi formulir C1 Kecamatan Lembang, Minggu (21/4).

Pasca mengetahui suara untuk dirinya hilang, dia mengakui, telah melakukan konfirmasi mengingat dari Panitia Pemungutan Suara TPS 11 rekap penghitungan suaranya ada tercatat.

“Saya konfirmasi ke KPPS dan panwaslu mereka tidak tahu dan masih mencari C1 yang menjadi bukti rekapnya,” ucapnya.

Dibeberkan Cucu, di TPS-TPS desa Wangunsari banyak kejanggalan seperti hilangnya suara, C1 kosong tetapi ditandatangani para saksi, kekeliruan dalam menjumlah hasil suara dan kekeliruan lainnya.

“Suara hilang semua otomatis dan itu bukan hanya suara untuk partai saya saja tapi banyak partai lainnya juga,” bebernya.

Dipaparkan Cucu, di TPS 11 seharusnya terdapat 25 suara untuk dirinya akan tetapi tidak ada satu pun suara untuk dirinya.

“Saya khawatir suara yang psi digeser ke partai lain atau jangan-jangan suaranya bocor ke luar negri,” ujarnya.

Bahkan kejanggalan lainnya, ditambahkan dia, seperti di TPS 7 dan TPS 16 yang mana di TPS 7 lembar C1 kosong tidak ada satupun suara untuk partai namun ditandatangani saksi.

“Nah TPS 16 itu suara untuk saya ada lima tapi kenapa masuknya ke caleg lain yaitu nomor 2,” ungkapnya.

Dengan banyaknya kejanggalan, dia menegaskan, akan memperjuangkan ini dalam rekapitulasi formulir C1 yang dilakukan oleh KPPS dengan menyertakan saksi-saksi.

“Dari petugas siap jadi saksi karena dia yang nulis bahwa suara untuk saya ada dan dominan salip-salipan dengan PKB, ini kemana bisa hilang,” tukasnya. (alvin/tiara)