Buiagi Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya. Foto/Istimewa

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis terus melakukan langkah antisipatif dan sosialisasi kepada masyarakat terkait meningkatnya potensi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi geografis Ciamis yang terdiri dari dataran tinggi dan wilayah aliran sungai menjadikan daerah ini termasuk salah satu wilayah rawan bencana, seperti tanah longsor, banjir, dan pergerakan tanah.

Sebagai upaya pencegahan, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya memimpin Rapat Koordinasi Internal bersama seluruh kepala dinas, camat, dan kepala desa di Gedung Islamic Center Ciamis, Selasa (11/11/2025).

Rapat tersebut membahas kewaspadaan menghadapi bencana alam, serta mengevaluasi sejumlah program prioritas daerah, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Kesehatan Gratis, dan Koperasi Merah Putih Desa (Kopdes).

“Kita sengaja menggelar rakor internal ini agar semua unsur pemerintahan daerah memiliki kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Dalam beberapa hari terakhir saja, terjadi hingga 17 titik bencana di wilayah Kabupaten Ciamis,” ujar Bupati Herdiat.

Baca Juga :Perkuat Fiskal dan Pertahankan Predikat Kota Terbersih ASEAN, Pemkab Ciamis Rumuskan Strategi Pembangunan 2026

Ia menjelaskan, bencana yang terjadi di antaranya berupa longsor, banjir, dan pergerakan tanah, yang tersebar di berbagai kecamatan.

Melalui rakor ini, Bupati Herdiat meminta para kepala desa dan camat untuk segera menyampaikan imbauan kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing agar meningkatkan kewaspadaan.

“Kita kumpulkan para kepala dinas dan kepala desa agar bisa langsung mengingatkan warganya. Paling tidak, ada langkah antisipatif sejak dini agar tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Bupati Herdiat juga mengingatkan bahwa hampir seluruh wilayah di Kabupaten Ciamis memiliki potensi bencana, terutama di daerah Sukamantri, Panawangan, Rajadesa, dan Rancah, yang selama ini sering terdampak saat curah hujan tinggi.

“Insya Allah kita semua berharap tidak ada korban jiwa. Tapi yang paling penting adalah kesiapan dan kewaspadaan masyarakat. Jangan anggap remeh tanda-tanda alam,” imbaunya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap bencana harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan dan kebersihan.

Ia mengapresiasi kerja keras masyarakat dan perangkat daerah yang telah menjaga kebersihan, sehingga Kabupaten Ciamis berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Kecil Terbersih se-ASEAN.

“Kebersihan dan kesiapsiagaan adalah dua hal yang saling berkaitan. Lingkungan yang bersih, tertata, dan hijau akan membantu kita mengurangi risiko bencana,” tutup Herdiat.

(Eda/PasundanNews.com)