BERITA KUNINGNAN, PASUNDANNEWS.COM – Sosialisasi Empat Pilar MPR RI digelar Dr. Agun Gunandjar Sudarsa, M.B.A., pada Sabtu (29/11/2025) di Kabupaten Kuningan.
Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar tersebut kembali menegaskan pentingnya penguatan ideologi bangsa di tengah arus modernisasi.
Di hadapan para peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, penggerak ekonomi kreatif dan tokoh masyarakat, Agun menyoroti dinamika terbaru, khususnya mengenai akselerasi teknologi di sektor ekonomi kerakyatan.
Wakil Ketua Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut juga menyoroti fenomena masifnya pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi UMKM lokal di Ciamis belakangan ini.
Menurutnya, adaptasi teknologi digital adalah langkah maju yang patut diapresiasi, namun harus dilakukan dengan penuh kewaspadaan agar tidak mencerabut akar budaya.
“Kita melihat tren penggunaan AI mulai masuk ke desa-desa untuk membantu pemasaran dan produksi UMKM. Ini kemajuan luar biasa. Namun, saya mengingatkan agar kemajuan teknologi tetap berpijak pada etika budaya bangsa dan tidak mengikis nilai-nilai kearifan lokal,” tegas Agun.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai dalam Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi filter utama.
“Teknologi boleh global, tapi rasa dan etika harus tetap lokal. Jangan sampai persaingan digital yang serba otomatis menghilangkan semangat gotong royong dan silaturahmi yang menjadi ciri khas perdagangan kita di Ciamis,” imbuhnya.
Dalam paparannya, legislator senior ini menjelaskan bahwa Empat Pilar adalah kompas dalam berbangsa dan bernegara, termasuk dalam beraktivitas di ruang digital.
“Pancasila menjadi landasan moral agar penggunaan teknologi tetap menjunjung tinggi rasa kemanusiaan dan keadilan,” katanya.
Kemudian, UUD NKRI 1945 sebagai payung hukum guna memastikan kedaulatan ekonomi rakyat tetap terlindungi di pasar digital.
“Penting juga untuk menjaga agar produk-produk lokal Kuningan mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ungkapnya.
Sementara nilai Bhinneka Tunggal Ika bisa menjamin bahwa digitalisasi tidak menyeragamkan budaya, melainkan mengangkat keunikan lokal ke kancah global.
Selain masalah digitalisasi, Agun juga menyerap aspirasi terkait kondisi infrastruktur penunjang ekonomi di wilayah Kuningan di penghujung tahun 2025.
Ia berkomitmen untuk membawa suara para pelaku usaha kecil di daerah ke tingkat pusat agar kebijakan digitalisasi nasional lebih berpihak pada perlindungan identitas daerah.
“Tugas kami di MPR adalah memastikan rakyat tidak hanya maju secara ekonomi, tapi juga tetap bangga dengan jati dirinya sebagai orang Indonesia. UMKM harus naik kelas dengan AI, tapi tetap harus berjiwa nasionalisme yang menjunjung tinggi etika dan kesantunan,” pungkas Agun.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan pembagian buku panduan Empat Pilar MPR RI kepada para peserta sebagai bahan edukasi di lingkungan masing-masing.
(Hendri/PasundanNews.com)



















































