BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Perkembangan teknologi digital menjadi perhatian dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar anggota MPR/DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa di Kabupaten Ciamis, Minggu (6/9/2026)
Kegiatan tersebut diikuti ratusan pelajar, mahasiswa dan pemuda dari berbagai komunitas.
Diskusi diarahkan pada perubahan pola partisipasi generasi muda dalam kehidupan demokrasi seiring semakin kuatnya penggunaan media sosial dan platform digital.
Agun mengatakan, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Menurutnya, Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika tetap menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Ruang digital memberikan peluang besar bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan sekaligus terlibat dalam berbagai persoalan publik,” ujarnya.
Namun, ruang tersebut juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi yang tidak benar, konten provokatif serta perbedaan pandangan yang dapat berkembang menjadi polarisasi.
Karena itu, Agun mendorong Gen Z agar tidak sekadar aktif menggunakan media sosial, tetapi juga mampu memeriksa informasi sebelum menyebarkannya.
Kemampuan berpikir kritis dinilai penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum teruji kebenarannya.
“Gen Z harus memiliki literasi digital dan nalar kritis agar tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang dapat memecah persatuan,” kata Agun.
Dalam penyampaian materinya, Agun juga membahas pentingnya etika dalam menyampaikan pendapat di ruang digital.
Kebebasan berekspresi, kata dia, perlu disertai tanggung jawab serta penghormatan terhadap hak orang lain dan ketentuan hukum yang berlaku.
Ia mengajak generasi muda Ciamis menjadikan media digital sebagai sarana untuk menyebarkan informasi edukatif, mengembangkan kreativitas dan menyampaikan gagasan yang konstruktif.
Platform digital juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas partisipasi anak muda dalam kegiatan sosial dan pengawasan terhadap berbagai kebijakan publik.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi dialog. Sejumlah isu turut dibahas, mulai dari etika berpolitik melalui media sosial, cyberbullying, penyebaran hoaks hingga keterlibatan generasi muda dalam mengawal kebijakan pemerintah.
Agun kemudian berpesan agar perkembangan kemampuan teknologi di kalangan anak muda berjalan beriringan dengan penguatan nilai kebangsaan.
Menurutnya, penguasaan teknologi perlu diarahkan untuk kegiatan yang produktif serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Generasi muda Ciamis bisa mengambil peran dalam kehidupan demokrasi dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, kritis dan bertanggung jawab,” tutupnya. (Herdi/PasundanNews.com)



















































