BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Geliat komunitas seni di Kota Banjar terus tumbuh. Salah satunya ditunjukkan oleh Komunitas Toska (Tempat Orang Seni ber-KreAsi) yang kini menjadi ruang bersama bagi para pelaku seni untuk berkumpul, berlatih, sekaligus menghasilkan karya.
Komunitas yang bermarkas di Lingkungan Parungsari, RW 05, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, tersebut didirikan pada 2 Desember 2025.
Walaupun baru berjalan kurang dari satu tahun, Toska telah mampu menghimpun ratusan anggota dari berbagai latar belakang kesenian.
Ketua sekaligus pendiri Toska, Wahyu Oka Maulana, mengatakan komunitas tersebut sejak awal dirancang bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan dan kemampuan di bidang seni.
Menurutnya, para pelaku seni membutuhkan ruang yang dapat mempertemukan mereka untuk bertukar pengalaman, mengembangkan kemampuan, serta menciptakan karya secara bersama-sama.
“Toska ini kami bentuk sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang seni untuk berkreasi. Kami ingin para pelaku seni bisa berkumpul, berkarya dan saling mendukung satu sama lain,” ujar Oka, sapaan Wahyu Oka Maulana, Selasa (1/9/2026).
Seiring perkembangannya, keanggotaan Toska tidak hanya berasal dari Kota Banjar. Komunitas tersebut juga mulai menarik perhatian para pelaku seni dari wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Cilacap.
Baca Juga :KPA Banjar Catat 22 Kasus HIV Baru, Mayoritas Belum Terhubung Pengobatan ARV
Saat ini, Oka menyebut jumlah anggota Toska telah menembus lebih dari 200 orang. Sebanyak 37 grup band tercatat telah menjadi bagian dari komunitas tersebut.
Selain musik modern, terdapat pula kelompok dangdut, seni tari, musik etnik, hingga berbagai bentuk kesenian lainnya.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada 37 grup band yang masuk di Komunitas Toska. Ada dari Banjar, Ciamis sampai Cilacap. Di antaranya NuSKAntara Band, The Whois, T-Project, The Casno dan sejumlah grup band lainnya. Untuk grup dangdut juga ada dua grup, kemudian ada seni tari dan kesenian lainnya,” jelasnya.
Untuk menunjang kegiatan anggota, Toska juga menyediakan fasilitas berupa studio musik yang dilengkapi sejumlah alat musik dan perangkat sound system. Studio tersebut dapat digunakan sebagai tempat latihan maupun mengembangkan kemampuan dan kreativitas para musisi yang tergabung.
“Untuk musik, kami sudah memiliki studio sendiri, lengkap dengan alat musik dan sound. Harapannya fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh teman-teman untuk terus berkarya dan meningkatkan kreativitasnya,” katanya.
Di sisi kelembagaan, Toska juga terus berupaya memperkuat organisasi. Komunitas tersebut telah mengantongi Surat Keputusan (SK) dari bidang seni dan budaya serta legalitas dari Kesbangpol.
Oka menegaskan, Toska terbuka bagi siapa saja yang ingin mengembangkan potensi di bidang kesenian. Tidak hanya musisi, para pelaku seni rupa maupun cabang seni lainnya juga dipersilakan untuk bergabung.
Ia berharap Toska ke depan dapat berkembang menjadi wadah seni yang semakin besar dan mampu mempertemukan lebih banyak seniman dari berbagai disiplin.
“Tidak dipungkiri ke depan bukan hanya musik. Teman-teman yang ahli di bidang seni lukis, ukir dan seni lainnya juga bisa bergabung. Karena dari awal Toska memang kami konsep sebagai tempat bagi orang-orang kreatif untuk berkarya,” pungkasnya.(Hermanto/PasundanNews.com)



















































