BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Semangat menjaga persatuan dan keamanan Jawa Barat digaungkan dari Kota Banjar melalui Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat yang digelar di halaman Mapolres Banjar, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Apel dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjar Ir. H. Sudarsono dengan didampingi Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, serta Dandim 0613 Ciamis Letkol Inf Antonius Ari Widiono. Peserta apel berasal dari berbagai unsur, termasuk TNI-Polri, Satpol PP, Polsuspas, Polsus KAI, Polhut, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, adat, mahasiswa, buruh, hingga organisasi kemasyarakatan.
Kebersamaan lintas elemen tersebut menunjukkan bahwa menjaga kondusivitas daerah bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan.
Seluruh lapisan masyarakat memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis dengan mengedepankan kepedulian serta semangat gotong royong.
Dalam apel tersebut, perhatian juga diarahkan terhadap sejumlah persoalan yang dapat mengganggu kehidupan sosial masyarakat.
Baca Juga : BPBD Kota Banjar Salurkan Bantuan Air Bersih ke Dua Wilayah Terdampak Kemarau
Ancaman narkoba, kekerasan, penyebaran hoaks, provokasi, dan intoleransi dinilai perlu diantisipasi secara bersama-sama agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Melalui pernyataan sikap kebangsaan, seluruh peserta meneguhkan komitmen untuk tetap berpegang pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Mereka juga menyatakan kesiapan untuk menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, memperkuat toleransi, serta ikut melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro mengatakan, terciptanya situasi yang aman dan kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, keberagaman yang ada di tengah masyarakat harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan.
“Kondusivitas tidak bisa dibangun oleh satu pihak. TNI-Polri, pemerintah daerah dan seluruh masyarakat harus bergerak bersama. Perbedaan harus kita rawat menjadi kekuatan, bukan dijadikan alasan untuk terpecah,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelepasan Patroli Tiga Pilar. Patroli tersebut menjadi bentuk tindak lanjut dari komitmen bersama yang dibangun dalam apel, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
Apel Kebangsaan ini menegaskan bahwa menjaga daerah bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga merawat persaudaraan, toleransi, persatuan, dan kepedulian. Dengan kolaborasi seluruh elemen, ruang publik diharapkan tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































