BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Lingkungan Sumanding Wetan, Blok Pasundan RT 03 RW 22, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, akan menjadi pusat perhelatan budaya dalam pelaksanaan Hajat Bumi 2026 yang digagas Komunitas Purbasaka Sunda bersama Paguyuban Penggiat Budaya Sadulur Sumanding.

Tradisi tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2026.

Perhelatan ini digelar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan hasil bumi, sekaligus menjadi upaya menjaga serta mewariskan nilai-nilai budaya leluhur kepada generasi penerus.

Ketua Panitia Hajat Bumi, Romo Syarif Hidayatullah, mengatakan penyelenggaraan tahun ini diperkirakan menjadi salah satu agenda budaya terbesar di wilayah Priangan.

Panitia menargetkan kehadiran sekitar 1.000 budayawan dari berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

“Melalui Hajat Bumi kami ingin mempertemukan para budayawan, seniman, akademisi, dan pemerhati budaya dalam satu ruang silaturahmi. Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga eksistensi budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujar Romo Syarif.

Baca Juga ;Desa Neglasari Sabet Dua Gelar Bergengsi di Hari Bhayangkara ke-80, Satkamling dan Tim Voli Raih Juara Pertama

Tak hanya diikuti para budayawan, kegiatan tersebut juga akan melibatkan sedikitnya 60 komunitas dan paguyuban seni budaya dari berbagai daerah.

Kehadiran mereka diharapkan mampu mempererat jaringan antarkomunitas sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada masyarakat.

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat akan disuguhkan beragam pertunjukan seni dan ritual adat, mulai dari Kirab Tenongan Hajat Bumi, Rajah Kawih Bubuka, tawasulan, tari jaipong, pencak silat, Orkestra Sang Manarah, Sintren, Seni Angguk, Debus, Ronggeng Amen, Kuda Lumping, hingga kegiatan sosial berupa santunan bagi anak yatim.

Menurut Romo Syarif, setiap prosesi yang ditampilkan memiliki nilai filosofis yang mencerminkan rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, serta ajakan untuk menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

“Kami berharap generasi muda tidak hanya mengenal budaya melalui cerita, tetapi dapat melihat langsung, mempelajari, dan ikut melestarikannya. Nilai gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya harus terus diwariskan,” katanya.

Panitia juga memastikan kehadiran peserta dari berbagai daerah, di antaranya Gunung Dieng, Mojokerto, Banjarnegara, Cilacap, Tegal, Brebes, Cirebon, Bandung, Garut, Kuningan, Majalengka, Subang, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, hingga Kota Banjar sebagai tuan rumah.

Melalui penyelenggaraan Hajat Bumi 2026, Komunitas Purbasaka Sunda berharap Kota Banjar semakin dikenal sebagai salah satu daerah yang konsisten menjaga kelestarian budaya Nusantara sekaligus memperkuat persaudaraan lintas komunitas seni dan budaya dari berbagai wilayah di Indonesia. (Hermanto/PasundanNews.com)