BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Pemerintah Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke 48 Desa Raharja sekaligus memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Senin (22/6/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor desa setempat ini dihadiri unsur Forkopimcam Purwaharja, pejabat Pemkot Banjar, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, organisasi masyarakat Pemuda Pancasila, serta warga Desa Raharja.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian masyarakat adalah pagelaran wayang bertajuk “Cepot Nyantri” yang dibawakan oleh dalang KH. Anton Wartono dari Cilacap, Jawa Tengah.
Melalui pertunjukan tersebut, masyarakat tidak hanya disuguhkan hiburan tradisional, tetapi juga pesan-pesan keagamaan dan pendidikan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Selain pagelaran wayang, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi di momentum Tahun Baru Islam. Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Desa Raharja, Yayat Ruhiyat, kepada para penerima yang berasal dari berbagai lingkungan di Desa Raharja.
Pemerintah Desa Raharja juga memberikan penghargaan kepada para kepala desa yang pernah memimpin desa raharja dari masa ke masa. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian para pemimpin terdahulu yang telah berkontribusi dalam pembangunan desa hingga mencapai usia ke 48 tahun.
Baca Juga :Tradisi Ngabumi ke-8 di Kampung Siluman Jadi Ruang Pewarisan Budaya dan Kepedulian Lingkungan
Kepala Desa Raharja, Yayat Ruhiyat, didampingi Sekretaris Desa Meriloka Andriyani, mengatakan bahwa peringatan Hari Jadi Desa Raharja tahun ini sengaja dipadukan dengan momentum 1 Muharram agar masyarakat dapat mengambil hikmah dari nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap desa.
“Hari Jadi ke 48 Desa Raharja bukan sekedar perayaan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu, mempererat kebersamaan warga, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui santunan kepada anak yatim. Kami ingin masyarakat terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun desa,” ujar Yayat kepada awak media.
Menurutnya, pagelaran wayang “Cepot Nyantri” dipilih karena mampu menyampaikan pesan-pesan moral dan keagamaan dengan cara yang mudah diterima seluruh lapisan masyarakat. Kesenian tradisional juga dinilai penting untuk terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
“Melalui pagelaran wayang ini kami ingin menghadirkan tontonan yang sekaligus menjadi tuntunan. Nilai-nilai agama, budaya, dan kebersamaan harus terus diwariskan kepada generasi muda agar Desa Raharja tetap menjadi desa yang religius, berbudaya, dan maju,” imbuhnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dari masyarakat yang memadati lokasi acara hingga malam hari. Pemerintah Desa Raharja berharap rangkaian peringatan Hari Jadi ke 48 dan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih baik dan berkelanjutan. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































