BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan Banjar menggelar kegiatan Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan pembukaan Pesantren Warga Binaan Angkatan Kedua, Rabu (18/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Baiturrahman Almunibin Lapas Banjar dan diikuti oleh warga binaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang secara konsisten dilaksanakan Lapas Banjar. Momentum menyambut Ramadhan dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat keimanan dan ketakwaan warga binaan agar lebih siap menjalani ibadah dengan lebih baik dan penuh kesadaran spiritual.
Tabligh Akbar diisi dengan tausiyah keagamaan yang mengangkat tema peningkatan keimanan, introspeksi diri, serta pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperbaiki diri. Suasana religius terasa selama kegiatan berlangsung, di mana seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan penuh perhatian.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembukaan resmi Pesantren Warga Binaan Angkatan Kedua. Program ini menjadi wujud keberlanjutan pembinaan berbasis keagamaan yang telah berjalan sebelumnya di lingkungan Lapas Banjar.
Baca Juga :Realisasi Retribusi Parkir 2025 Tembus 93,4 Persen, Dishub Kota Banjar Siapkan Strategi Baru di 2026
Pesantren warga binaan dirancang sebagai wadah pembelajaran agama yang terstruktur. Materi yang diberikan meliputi pembinaan baca tulis Al-Qur’an, fiqih ibadah, pembentukan akhlak, hingga pendalaman nilai-nilai moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik secara spiritual dan moral. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga penguatan mental dan keagamaan.
“Melalui kegiatan Tabligh Akbar dan program pesantren ini, kami ingin menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual warga binaan. Harapannya, mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal keagamaan dan moral sebagai pondasi saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Banjar berharap proses pembinaan kepribadian dapat berjalan optimal. Diharapkan warga binaan mampu mengalami perubahan positif, meningkatkan keimanan dan kedisiplinan, serta memiliki kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































