Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Ruhimat, saat berkoordinasi dengan pihak keluarga Aisyah seorang lanjut usia yang akan dievakuasi ke rumah kerabatnya akibat banjir. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Hujan yang terus mengguyur Kota Banjar dan sekitarnya sejak Minggu (23/11/2025) sore hingga malam, menyebabkan banjir dan merendam permukiman warga serta lahan pertanian di Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman. Air yang terus meningkat membuat aktivitas warga terganggu dan memaksa sebagian dari mereka mengungsi sementara.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Ruhimat, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang tidak mampu ditampung oleh saluran drainase.

“Banjir ini terjadi karena curah hujan sangat tinggi dan drainase tidak cukup untuk menampung debit air,” ujarnya saat meninjau lokasi kejadian.

Melubernya aliran air ke permukiman, membuat sejumlah warga harus memastikan keamanan barang-barang mereka. Menurut data awal BPBD, empat rumah warga terendam dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter.

“Tercatat ada empat rumah warga yang terendam dengan ketinggian air sekitar 50 cm,” kata Ruhimat.

Baca Juga :Hujan Deras, Jalan Simpang Tiga Alun-Alun Kota Banjar Terendam Banjir

Selain merendam rumah, banjir juga menggenangi lahan persawahan seluas kurang lebih satu hektar. Kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi produktivitas para petani, terutama jika genangan bertahan lebih lama.

Ruhimat menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Banjar untuk penanganan lanjutan. Upaya tersebut termasuk perbaikan dan pelebaran drainase agar kejadian serupa bisa diminimalkan.

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait supaya kapasitas drainase bisa ditingkatkan,” tegasnya.

Warga terdampak berharap pemerintah dapat segera menangani persoalan drainase yang sering menjadi pemicu banjir saat intensitas hujan tinggi. Sebagian warga juga memilih berjaga di rumah masing-masing untuk memantau situasi di tengah meningkatnya debit air.

Dalam peristiwa tersebut, seorang lansia bernama Siti Aisyah harus dievakuasi dari rumahnya yang terendam banjir. Kondisi fisiknya yang lemah membuat ia tidak dapat berjalan sendiri saat ketinggian air semakin naik.

Proses evakuasi dilakukan petugas BPBD dan PMI dengan cara menggotong Siti Aisyah dari tempat tidurnya sebelum memindahkannya ke tandu dan membawanya ke rumah kerabat terdekat. Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan keselamatan korban di tengah kondisi banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.

(Hermanto/PasundanNews.com)