Sejumlah artefak yang ditemukan di Situs Budaya Rajeg Wesi, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Penemuan mengejutkan muncul dari Kota Banjar, Jawa Barat, setelah sejumlah artefak batu dan prasasti purbakala teridentifikasi di kawasan Situs Budaya Rajeg Wesi, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman.

Temuan tersebut dinilai memiliki nilai arkeologis yang tinggi dan diperkirakan dapat membuka babak baru dalam kajian sejarah Jawa Barat.

Pemerhati budaya Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Ndaru Kusumo mengungkapkan, penemuan ini merupakan hasil observasi panjang yang dilakukan selama bertahun-tahun.

“Kami sudah lama mengumpulkan informasi dari berbagai titik di Kota Banjar,” ujarnya saat memaparkan hasil temuan, Senin (17/11/2025).

Ndaru kemudian mempresentasikan berbagai artefak, mulai dari mata tombak, kapak batu, pisau batu, batu asahan, hingga alat pertanian.

Menurutnya, sebagian besar benda tersebut memiliki karakteristik yang merujuk pada masa pra-sejarah, bahkan kemungkinan sebelum masehi.

Baca Juga :ORARI Lokal Kota Banjar Mantapkan Persiapan Muslok, Yana Siap Lanjutkan Kepemimpinan

Ia juga menjelaskan proses penggalian yang dilakukan bersama tim kecilnya.

“Di hari kelima ekskavasi, kami menemukan artefak pertama berupa pisau batu. Temuan lainnya kemudian menyusul,” kata Ndaru.

Sejumlah artefak kemudian dibawa ke pendopo Kota Banjar untuk diamankan dan diteliti.

Melihat potensi besar yang tersimpan, Ndaru mendorong agar situs Rajeg Wesi tidak hanya menjadi kawasan terlindungi, tetapi juga pusat edukasi dan penelitian. Ia menambahkan bahwa Banjar berpeluang menjadi lokasi penting dalam kajian geologi dan arkeologi.

“Tidak menutup kemungkinan Kota Banjar menjadi pusat pengkajian dan laboratorium peradaban,” harapnya.

Ia menegaskan, temuan sejauh ini baru tahap awal. Masih banyak indikasi keberadaan artefak lainnya yang belum terungkap sehingga diperlukan penelitian segera oleh para ahli untuk mencegah kerusakan maupun penjarahan.

Menanggapi laporan tersebut, Walikota Banjar Ir H Sudarsono menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian dan penelitian lanjutan.

“Nantinya akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Kebudayaan,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Banjar menyiapkan pengamanan kawasan situs serta pengajuan puluhan artefak itu kepada tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memastikan usia dan autentisitasnya.

“Pemkot akan terus berkoordinasi agar penelitian dapat segera dilakukan,” pungkasnya.

(Hermanto/PasundanNewa.com)