BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM –Sebanyak 947 atlet Pencak Silat dari berbagai daerah Indonesia akan ‘beradu jurus’ di Galuh Pakuan Championship Series 2025.
Gelanggang Galuh Taruna (GGT) Ciamis menjadi tempat untuk memperlihatkan skill ketangkasan dan keterampilan mereka di kejuaraan tingkat Nasional ini.
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79 dan menjadi ajang penting dalam pembinaan prestasi atlet pencak silat.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Ciamis, Ramli Mahmud, menegaskan bahwa event ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan performa atlet Pencak Silat.
Terlebih dalam menjelang pelaksanaan Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober tahun depan.
Baca Juga :Hajat Laut di Pangandaran, Warisan Budaya Maritim yang Mengakar di Kehidupan Masyarakat Pesisir
“Event ini sangat penting untuk memperbanyak frekuensi tanding atlet, sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju babak kualifikasi Porprov,” ujar Ramli saat membuka acara, Jumat (27/6/2025).
Menurutnya, kesempatan bertanding di ajang nasional seperti ini tidak hanya meningkatkan jam terbang, tetapi juga menjadi momen krusial untuk mengasah mental dan strategi para pesilat.
“Bertanding melawan atlet dari berbagai daerah se-Indonesia menjadi pengalaman yang tak bisa digantikan oleh sesi latihan biasa. Ini uji nyali dan kemampuan sejati,” tambahnya.
Baca Juga :Satgas OJK Jabar Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan Keuangan Berkedok Penghapusan Utang
Wakapolres Ciamis, Kompol Sujana, menjelaskan bahwa kejuaraan ini merupakan kolaborasi antara Polres Ciamis dan IPSI, yang tidak hanya berorientasi pada pencarian bibit unggul, tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi.
“Selain untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-79, kejuaraan ini menjadi wadah untuk melestarikan seni bela diri pencak silat sebagai warisan budaya bangsa,” katanya.
Kepala Bidang Olahraga Disbudpora Ciamis, Erwin, juga menekankan pentingnya aspek persatuan dan nasionalisme dalam penyelenggaraan kejuaraan ini.
“Galuh Pakuan Championship Series bukan hanya tentang kompetisi, tapi juga membangun jiwa kebangsaan dan mempererat silaturahmi antar pesilat dari Sabang sampai Merauke,” tutupnya.
Ajang ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang tak hanya mencetak juara, tapi juga memperkuat jalinan antarperguruan silat dan memperkuat karakter generasi muda Indonesia.
(Pepi Irawan/PasundanNews.com)



















































