Perumdam Tirta Anom Kota Banjar Luncurkan Program Pemutihan Piutang untuk Pelanggan Nonaktif. Foto/Hermanto.PasumdanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Anom Kota Banjar meluncurkan program pemutihan piutang senilai Rp1,78 miliar guna meringankan beban pelanggan nonaktif.

Program ini berlaku bagi pelanggan dengan tunggakan sejak tahun 2017 dan hanya mewajibkan pembayaran tiga bulan terakhir saja dari total utang yang dimiliki.

Direktur Perumdam Tirta Anom, E Fitrah Nurkamilah menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat memperbaiki arus kas perusahaan dan meningkatkan kualitas pelayanan air bersih.

“Target kami melalui program ini dapat menyerap 40% beban piutang tapi sejauh ini dari hasil sosialisasi di empat kecamatan, baru terserap sekitar 10 persenan,” ujarnya saat sosialisasi di Aula Kelurahan Purwaharja, Rabu (4/6/2025).

Menurut Nurkamilah, rendahnya partisipasi disebabkan kurangnya informasi yang diterima masyarakat meskipun pihaknya telah mengirim surat dan menggelar sosialisasi.

Baca Juga :Satpol PP Kota Banjar Amankan Tiga Orang Badut yang Mengganggu Ketertiban Jalan

“Makanya untuk sosialisasi kali ini, saya melibatkan forum RT dan RW di Kecamatan Purwaharja untuk mensosialisasikan ke warganya,” jelasnya.

Ia menambahkan, program ini berlaku hingga 20 Juni 2025 dan tetap terbuka bagi pelanggan yang datang langsung ke kantor untuk mendaftar.

“Karena memang tidak semua penunggak mau datang menghadiri sosialisasi. Ada diantaranya yang datang juga ke kantor untuk mengikuti program,” imbuhnya.

Program pemutihan ini juga menghapus seluruh denda dan memberikan pemasangan kembali secara gratis.

“Selain meringankan pembayaran, kami juga menghapus denda dan menggratiskan biaya pasang kembali agar kembali menjadi pelanggan aktif dan dapat menikmati layanan air bersih dari Tirta Anom,” kata Nurkamilah.

Ketua Forum RT RW Kecamatan Purwaharja, Lalak Siti Malak menyambut baik langkah ini dan menyatakan dukungannya.

“Program ini luar biasa ya bagi pelanggan nonaktif dan kami sangat mengapresiasinya. Kami juga berterimakasih kepada Tirta Anom yang telah mengundang kami dan akan kami bantu untuk mensosialisasikannya kepada warga kami,” ucapnya.

Lalak juga mengapresiasi peningkatan layanan Tirta Anom yang dianggap semakin responsif terhadap pengaduan masyarakat.

“Pelayanannya sudah optimal ya, bahkan saat ada pengaduan pelanggan terbukti gercep mendatangi kami untuk memberikan solusi jika menemukan kendala,” katanya.

Ia berharap ke depan pembayaran rekening air bisa dilakukan di lingkungan warga dengan melibatkan RT dan RW setempat.

(Hermanto/PasundanNews.com)