BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dr. Agun Gunandjar Sudarsa kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kota Banjar, Jumat (5/12/2025).
Mengusung tema “Memperkokoh Identitas Bangsa di Jawa Barat,” kegiatan ini menyoroti posisi strategis Kota Banjar dalam struktur ekonomi dan politik menjelang pergantian tahun 2026.
Dalam paparannya di hadapan tokoh masyarakat, pendidik, dan pelaku usaha lokal, Agun menekankan bahwa Kota Banjar sebagai kota transit utama yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah harus memiliki benteng ideologi yang kuat.
Agun menyoroti kondisi Kota Banjar di penghujung tahun 2025, di mana pembangunan infrastruktur konektivitas semakin masif.
Menurutnya, keterbukaan akses harus diimbangi dengan ketahanan mental masyarakat agar nilai-nilai lokal tidak tergerus.
“Dengan rampungnya beberapa proyek strategis nasional yang melintasi wilayah ini di akhir 2025, mobilitas orang dan informasi akan semakin tinggi. Di sinilah Empat Pilar bekerja sebagai penyaring agar budaya luar yang masuk tidak merusak tatanan nilai kearifan lokal kita,” ujar Agun.
Agun juga mendorong UMKM Banjar yang kini mulai merambah pasar digital untuk tetap mengedepankan prinsip kejujuran dan gotong royong, bukan sekadar persaingan bebas yang saling mematikan.
“Menjelang libur akhir tahun, Agun mengajak masyarakat Banjar menjaga kondusifitas sebagai cerminan pilar NKRI yang damai dan toleran,” katanya.
Politisi senior Partai Golkar tersebut mengapresiasi kerukunan antar umat beragama di Kota Banjar yang tetap terjaga di tengah dinamika politik nasional pasca-Pilkada Serentak 2024.
Secara khusus, Agun berpesan kepada generasi muda di Kota Banjar agar tidak kehilangan identitas di tengah kepungan tren global. .
Ia mengingatkan bahwa menjadi modern tidak berarti harus meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa.
“Anak muda Banjar harus cerdas teknologi, namun hatinya harus tetap Pancasila. Empat Pilar ini adalah warisan sekaligus kompas agar kita tidak tersesat di tengah hiruk-pikuk perubahan zaman,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan diskusi mengenai penguatan sektor jasa dan perdagangan di Kota Banjar sebagai implementasi nyata dari kemandirian ekonomi sesuai amanat UUD 1945. (Hendri/PasundanNews.com)




















































