Jenazah Nazril Ilham saat dievakuasi Tim SAR. Foto/PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi jasad Nazril Ilham (18) dari bendungan Dobo, Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat.

Proses evakuasi memakan waktu cukup lama karena medan yang sulit dan volume air sungai Citanduy yang sedang naik.

Jenazah Nazril Ilham ditemukan oleh warga pada Jumat (24/5/2024) sekitar pukul 05.58 WIB.

Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Tim SAR menggunakan sistem jerat pada ranting-ranting kayu di bendungan untuk memastikan jenazah korban tertahan di ranting tersebut.

Setelah berhasil ditarik, jenazah kemudian dihanyutkan menuju petugas lain yang telah siap di bawah dengan menggunakan perahu karet.

Korban kemudian dinaikkan ke perahu dan dievakuasi ke wilayah Blok Kokoplak, Pataruman.

Selanjutnya, jenazah dipindahkan dari perahu ke ambulans dan dibawa ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Kota Banjar untuk proses lebih lanjut.

“Medan yang sulit dan volume air yang naik menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi ini,” ujar Wawan Setiawan, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar kepada pasundannews.com.

Menurut Wawan, kondisi sungai yang deras dan berbagai hambatan alami memperlambat upaya pencarian dan evakuasi korban.

Wawan juga menambahkan bahwa koordinasi yang baik antara berbagai elemen tim SAR sangat membantu dalam menemukan dan mengevakuasi korban.

“Jarak dari titik awal kejadian hingga ditemukan sejauh satu kilometer. Kerjasama yang solid antara tim SAR, relawan, dan masyarakat sangat berarti dalam operasi ini,” ungkapnya.

Keluarga korban yang menunggu dengan cemas akhirnya bisa bernapas lega setelah jasad Nazril berhasil ditemukan.

Meskipun dalam kondisi berduka, mereka mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi.

Insiden tragis ini bermula pada Rabu (22/5/2024) sekitar pukul 09.30 WIB, saat Nazril Ilham dan temannya, Agim Nasrullah (20), mencoba menyeberangi sungai Citanduy. Kedua pemuda tersebut hendak berburu Biawak ketika mereka hanyut terbawa arus deras sungai.

Kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi air sedang naik.

BPBD Kota Banjar menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan.

Nazril Ilham dan Agim Nasrullah diketahui sering beraktivitas di alam, namun kali ini nasib malang menimpa mereka.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata Wawan Setiawan, seraya memberikan pesan agar masyarakat lebih waspada dan menghargai alam dengan segala kekuatannya.

(Hermanto/PasundanNews.com)

Artikulli paraprakRemaja Hanyut di Sungai Citanduy Ditemukan Tak Bernyawa di Bendungan Dobo Kota Banjar
Artikulli tjetërTragedi Hanyut di Sungai Citanduy, Keluarga Korban Ucapkan Terimakasih kepada Tim SAR