Rumah Warga di Neglasari Banjar Ambruk, Pemilik Mengungsi dan Harap Bantuan Pemerintah. Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Sebuah rumah milik warga di Dusun Cilengkong RT 17 RW 09, Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, ambruk pada bagian belakang, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Rumah tersebut diketahui milik Enceng Kurnia. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerusakan cukup parah terjadi pada bagian dapur dan lantai belakang rumah.

Peristiwa ambruknya bangunan diduga akibat tanah di bawah rumah terus tergerus aliran air. Diketahui, bangunan tersebut berdiri tepat di atas saluran air, sehingga pondasi bagian belakang tidak lagi mampu menahan beban bangunan.

Kepala Dusun Cilengkong, Ikbal, mengatakan bahwa kondisi rumah sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sejak sepekan terakhir. Namun, pada Rabu pagi kondisi terparah terjadi hingga menyebabkan bagian belakang rumah roboh.

“Kejadiannya memang sudah terlihat sejak satu minggu ke belakang, tapi tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB bagian belakang rumah ambruk cukup parah karena tanahnya terus tergerus air di bawahnya,” ujar Ikbal.

Menurut Ikbal, saat kejadian pemilik rumah berada di dalam rumah, namun berhasil menyelamatkan diri sebelum bangunan runtuh sepenuhnya. Warga sekitar pun segera berdatangan untuk membantu mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Pak Enceng bisa menyelamatkan diri dan sekarang sementara mengungsi di rumah anaknya yang lokasinya tidak jauh dari sini,” katanya.

Ia menambahkan, pihak terkait seperti BPBD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta aparat desa setempat sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan dan asesmen kerusakan. Langkah tersebut dilakukan sebagai dasar untuk pengajuan bantuan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan aparat lainnya. Harapan kami tentu ada bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumah Pak Enceng,” tutur Ikbal.

Saat ini, bagian belakang rumah dibiarkan dalam kondisi terbuka dan rawan longsor susulan apabila hujan deras kembali turun. Warga bersama aparat setempat berupaya memasang pembatas sementara guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sembari menunggu tindak lanjut bantuan dari pemerintah daerah.

(Hermanto/PasundanNews.com)