Beranda Nasional Pos Indonesia Terus Bergerak Salurkan BST Hingga Ke Pelosok Mimika

Pos Indonesia Terus Bergerak Salurkan BST Hingga Ke Pelosok Mimika

Pos Indonesia menyerahkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Ke masyarakat Kabupaten Mimika
BANDUNG, PASUNDANNEWSPT Pos Indonesia (Persero) terus bergerak melakukan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) ke 12 distrik di wilayah pelosok Mimika pada tanggal 4 Agustus 2020 di kantor pusat Kabupaten Mimika.
Sebanyak 4.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Papua akan didistribusikan langsung melalui Kantor Pos dan menggandeng komunitas.
Kepala Dinas Sosial Mimika, Petrus Yumte dalam laporannya mengatakan, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang penetapan bencana non-alam, penyebaran Corona virus disease 2019 (Covid-19) sebagai bencana nasional, maka Pemerintah melalui Kementerian Sosial meluncurkan beberapa paket kebijakan program jaring pengamanan sosial guna memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat terdampak.
“Sejak bulan April kita sudah launching di Kantor Pos untuk mereka yang 6 distrik tahap 1 dan 2. Sekarang ini kita masuk dalam tahap 3 untuk masyarakat distrik yang ada di titik terjauh,” kata Petrus saat membacakan sambutan di Kantor Pusat Pemerintah Kabupaten Mimika.
Hal ini senada dengan pernyataan dari Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Ihwan Sutardiyanta, bahwa Pos Indonesia sendiri optimis dalam penyaluran BST tahap lanjutan ini dapat berjalan dengan baik dan tuntas sesuai target yang telah ditetapkan Pemerintah dengan terus mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, memperbanyak titik layanan, memperpanjang jam layanan, serta memperluas kerjasama dengan komunitas di daerah.
Pos Indonesia pun berkomitmen menyalurkan BST sesuai dengan nominal yang ditetapkan oleh Pemerintah serta memastikan bahwa seluruh bantuan tunai diterima oleh KPM secara utuh.
Pos Indonesia juga melakukan penyaluran BST ke daerah dengan kategori khusus, yaitu daerah pesisir dan pulau-pulau kecil, terpencil, dan/atau perbatasan antar negara (daerah 3T: terluar, terpencil, dan terdepan) juga daerah yang memiliki keterbatasan akses geografis dan infrastruktur tunai.” pungkasnya. (Jo/Pasundannews)