Diskusi Pentingnya Kesadaran Gender di Balik Representasi Perempuan, di aula Dispora Kota Banjar, Jumat (17/5/2024). Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Di tengah perdebatan mengenai kesetaraan gender, banyak pihak menyoroti representasi perempuan dalam berbagai ruang sosial.

Namun, Dr. Asep Mulyana atau yang lebih kerap disapa Bah Asmul, mengingatkan bahwa angka semata tidak cukup jika tidak diiringi dengan kesadaran gender yang mendalam.

“Kesetaraan gender bukan hanya soal seberapa banyak jumlah perempuan dalam sebuah ruang sosial. Yang lebih penting adalah seberapa banyak dari mereka yang benar-benar memiliki kesadaran gender,” ujar Bah Asmul dalam sebuah diskusi di Banjar, Jumat (17/5/2024).

Menurutnya, dalam ekosistem sosial yang patriarkis seperti di Indonesia, banyak perempuan yang sebenarnya sudah terhegemoni oleh kuasa patriarkis.

Lebih lanjut Bah Asmul menekankan bahwa kesadaran gender bukan hanya milik perempuan.

“Bahkan lelaki pun bisa memiliki kesadaran gender, jika ia terpapar oleh pengetahuan dan diskursus tentang gender,” katanya.

Bah Asmul menilai, politik afirmasi yang hanya berorientasi pada jumlah persentase perempuan dalam ruang politik menjadi tidak berguna.

“Gender bukanlah jenis kelamin, melainkan konstruksi sosial yang bekerja secara halus,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sistem nilai patriarkis ini telah bekerja selama berabad-abad, membentuk pemikiran, sikap, dan tindakan yang tanpa disadari menempatkan posisi sosial perempuan di bawah laki-laki.

“Oleh karena itu, pekerjaan rumah yang penting adalah menciptakan ruang sosial yang menghadirkan sebanyak mungkin orang, baik perempuan maupun laki-laki, yang punya kesadaran gender,” ungkapnya.

Bah Asmul juga menekankan bahwa usaha ini bukan pekerjaan jangka pendek, melainkan kerja-kerja marathon yang membutuhkan strategi kebudayaan yang brilian.

“Kita membutuhkan strategi kebudayaan yang mampu mengubah cara pandang dan perilaku masyarakat,” tegasnya.

Menutup diskusi, Bah Asmul mengajak semua pihak untuk bersama-sama berjuang dalam menciptakan kesadaran gender yang sejati.

“Perjuangan ini harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(Hermanto/PasundanNews.com)

Artikulli paraprakBey Machmudin Pastikan PPDB 2024 Adil dan Transparan,
Artikulli tjetërSekda Jabar Tinjau TPPAS Lulut Nambo, Operasionalisasi Perkirakan Akhir Juni 2024