Beranda Bandung Raya

Kabag Perlengkapan dan Rumah Tangga Setda KBB Tepis Isu Disharmonisasi

KBB, PASUNDANNEWS – Kepala Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) Aa Wahya mengaku nyaman berduet dengan Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Ujang Herman.
Aa Wahya justru mengaku dalam waktu yang singkatpun chemistry diantara keduanya sudah padu, karena sudah pernah bekerja sama di Dinas Pendapatan Anggaran Keuangan Daerah (DPKAD) dahulu, sekarang Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).
“Tidak ada yang namanya disharmonisasi, justru keberadaan (Ujang) sekarang itu termasuk saya yang rekom ke bapak (sekda) untuk menggantikan pejabat sebelumnya yang mendapatkan promosi ke bagian lain”, Tutur Aa. Selasa, (11/08/2020) di Gedung Setda KBB.
Lebih jauh Aa menjelaskan, bahwa dirinya menyimpan kepercayaan, dan penilaian objektif terhadap Ujang dapat mengurus tugas dan fungsi sebagai Kasubag Rumah Tangga dengan melihat kapasitas, pengalaman, dan sepak terjang beliau sebelumnya, baik saat menjadi bendahara DPKAD maupun Kepala Seksi Pemerintah di Kecamatan Cipatat.
“Contoh konkrit pas ketika kita kehadiran menteri, maupun pas ketika ada rapat-rapat, beliau (Ujang) dapat mengikuti arahan dan mudah diajak komunikasi dan koordinasi, sehingga bisa kita lihat hasilnya, bagaimana?”, Tegas Aa.
Sejalan dengan pernyataan pimpinannya, Kasubag Rumah Tangga Ujang Herman yang baru mendududki selama kurun dua minggu ini merasa terbantu dengan kondisi dan suasana yang dibangun oleh pimpinannya. Sehingga ia tidak merasa ada kendala berarti dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
“Dimana langit dijunjung disitu bumi dipijak, hal tersebut merupakan pedoman bagi saya dalan menjalankan tugas dimanapun saya ditempatkan”. Kata Ujang.
Diakhir pembicaraan, Ujangnpun mengulas perbedaan antara posisinya sebagai Kasi Pemerintahan dan Kasubag Rumah tangga, yang menurutnya sangat mencolok.
“Saat di Kasi Pemerintahan kita melayani masyarakat, tapi sekarang sebagai Kasubag Rumah Tangga kita melayani langsung pimpinan (Bupati dan sekda), dan itu dibutuhkan sikap dan mental yang rofesional”, pungkasnya. (Boim)