BERITA TASIKMALAYA, PASUNDANNEWS.COM – Yayasan Sanggar Seni Astamekar kembali menunjukkan inovasinya dalam perawatan kesehatan jiwa melalui Pagelaran Terapi Musik ‘Laras Jiwa’.
Acara yang berlangsung di Shelter Galunggung, Senin (14/7/2025) kawasan wisata Gunung Galunggung, Tasikmalaya.
Turut hadir sebanyak 47 orang mahasiswa Universitas Siliwangi, yang sebelumnya telah didiagnosis mengalami kecemasan sedang hingga berat menggunakan metode GAD-7 .
Kegiatan ini memadukan instrumen musik tradisional seperti Calung Tarawangsa dan suara alam, dilaksanakan secara ‘Metode Senyap’: peserta mendengarkan lewat headphone untuk meningkatkan fokus dan menguatkan efek hipnoterapinya.
“Kami percaya bahwa musik tradisi bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga bisa menjadi media penyembuhan jiwa,” ujar Pembina Yayasan Astamekar, Tomi Ahmad Saputra.
Ia menjelaskan, inspirasi datang dari praktik tradisional ‘Meuncit Tarawangsa’ oleh Abah Oman, maestro dari Desa Cigelap yang berhasil membantu penyembuhan seorang pasien melalui irama musiknya.
Yayasan Astamekar merancang rangkaian langkah terapi berbasis filosofi Sunda: earthing, penyucian pancaindra, latihan pernapasan, penyerapan energi matahari, hingga hipnoterapi.
Laras Musik dan Empat Unsur Kehidupan
Empat komposisi musik disajikan sesuai laras tradisional, masing-masing melambangkan unsur kehidupan.
Pertama, Madenda (Tanah); Melepaskan kesedihan, kedua, Salendro (Air); Menjaga ketenangan, ketiga, Degung (Cahaya); Menumbuhkan harapan, keempat, Lindu (Udara); Menyemai rasa syukur.
Salah satu peserta, seperti Elva, melaporkan efek positif berupa relaksasi, ketenangan, dan kejernihan emosional setelah mengikuti serangkaian tahapan terapi.
“Semoga bisa membuka jalan bagi pemanfaatan seni tradisional dalam kesehatan mental secara lebih luas,” ungkapnya.
(Herdi/PasundanNews.com)



















































