Istimewa

BERITA OLAHRAGA, PASUNDANNEWS.COM – Inter Milan akan menghadapi tantangan besar saat menjamu Arsenal di Stadion San Siro pada matchweek ketujuh league phase Liga Champions 2025/2026, dini hari nanti.

Laga ini diprediksi berlangsung sengit dan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase liga musim ini.

Hingga matchweek keenam, kedua tim sama-sama menunjukkan performa impresif.

Inter Milan saat ini berada di peringkat keenam klasemen dengan koleksi 12 poin, sementara Arsenal tampil dominan dengan memimpin klasemen lewat raihan sempurna 18 poin.

Pertemuan di San Siro bukan sekadar laga penentuan tiga poin. Kedua tim membidik kemenangan demi memastikan langkah ke babak knockout.

Lebih dari itu, pertandingan ini akan mempertemukan dua kekuatan berbeda: lini serang paling produktif di Italia melawan pertahanan paling solid di Inggris.

Inter Milan layak disebut sebagai salah satu tim dengan daya gedor paling mematikan di Italia musim ini.

Di bawah arahan Cristian Chivu, Nerazzurri tampil agresif dan konsisten di kompetisi domestik.

Dari 21 pertandingan Serie A, Inter sudah mengoleksi 44 gol, unggul jauh dibanding rival sekota mereka, AC Milan, yang baru mencetak 34 gol.

Baca Juga :Inter Milan vs Arsenal: Pertaruhan Gengsi Dua Pemuncak Liga di Panggung Liga Champions

Produktivitas tersebut menegaskan betapa berbahayanya lini depan Inter.

Lautaro Martinez menjadi tumpuan utama dengan torehan 11 gol di Serie A.

Ia didukung Hakan Calhanoglu yang mencetak tujuh gol, Marcus Thuram dengan enam gol, serta Ange-Yoan Bonny yang menyumbang empat gol.

Menariknya, Inter musim ini memiliki total 13 pemain berbeda yang mampu mencetak gol, membuat ancaman datang dari berbagai lini.

Ketajaman Inter Milan akan diuji oleh Arsenal yang dikenal memiliki barisan pertahanan terbaik di Premier League musim ini.

The Gunners hanya kebobolan 14 gol dari 22 pertandingan, catatan yang membawa mereka kokoh di puncak klasemen liga domestik.

Duet William Saliba dan Gabriel Magalhaes menjadi fondasi utama di lini belakang Arsenal.

Keduanya didukung Declan Rice yang tampil disiplin dalam menjaga area tengah.

Di bawah mistar, David Raya juga menunjukkan performa konsisten, menjadikan pertahanan Arsenal sangat sulit ditembus.

Dalam catatan sejarah, Inter Milan dan Arsenal sudah empat kali saling berhadapan.

Pertemuan terakhir terjadi pada league phase Liga Champions musim lalu, di mana Inter keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0.

Secara keseluruhan, kedua tim sama-sama mengoleksi dua kemenangan, membuat rekor head to head mereka seimbang.

Fakta ini semakin menegaskan bahwa duel di San Siro nanti berpotensi berjalan ketat hingga peluit akhir dibunyikan (Herdi/PasundanNews.com)