BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Banjar, Aan Setiana menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja aparatur sipil negara (ASN) khususnya para pejabat dan arah kepemimpinan pemerintah kota di momentum hati jadi ke-23.
Aan menyoroti menurunnya semangat kerja sejumlah pejabat setelah tunjangan mereka berkurang. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Ia menegaskan bahwa sebelumnya para pejabat sudah menikmati tunjangan yang cukup besar.
“Wajar jika sekarang (tunjangan) turun. Harus sedikit prihatin dan jangan dijadikan alasan untuk tidak maksimal dalam bekerja,” tegas Aan, Sabtu (21/2/2026).
Ia meminta seluruh ASN, khususnya pejabat di lingkup Pemkot Banjar, untuk kembali bekerja penuh tanggung jawab dan mengedepankan integritas.
“Harus bersatu, saling membahu, bekerja dengan penuh tanggung jawab. Jangan asal bapak senang, apalagi jadi seorang pejabat penjilat,” ujarnya blak-blakan.
Aan juga menekankan pentingnya kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Ia meminta agar tidak ada lagi sekat antara pemimpin dan rakyat.
Baca Juga :Dugaan Penggelapan Rp 243 Juta, Oknum Anggota DPRD Kota Banjar Belum Ditahan
“Perlu adanya dialog antara Walikota dengan masyarakat. Mau dibawa ke arah mana Kota Banjar ini? Pemerintah harus sayang kepada masyarakat,” katanya.
Aan juga menambahkan bahwa Kota Banjar kini dicap sebagai kota ripuh (repot), untuk itu ia mengingatkan agar citra Kota Banjar tidak kembali tercoreng.
“Jangan sampai terdengar lagi Kota Banjar dicap sebagai kota ripuh di Jawa Barat. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ucapnya.
Selain itu, Aan mendorong Walikota untuk bersikap tegas dan tidak terpengaruh oleh kepentingan kelompok tertentu, terutama dalam urusan rotasi dan mutasi jabatan.
“Walikota jangan terpengaruh dengan bisikan orang-orang yang hanya mementingkan pribadinya, terlebih dalam urusan rotasi mutasi,” tegasnya.
Aan juga menyoroti persoalan promosi jabatan yang dinilainya belum adil. Ia mengungkapkan masih adanya pejabat dengan golongan dan pangkat mumpuni yang belum mendapat promosi, bahkan sejumlah golongan 4A senior yang belum naik jabatan hingga 16 tahun.
“Pejabat yang sudah layak promosi mengapa masih banyak yang diparkir? Ini harus transparan,” katanya.
Menutup pernyataannya, Aan menyinggung tema Hari Jadi ke-23 Kota Banjar, “Banjar Masagi, Tumbuh Istimewa”. Ia menilai tema tersebut jangan hanya menjadi slogan seremonial.
“Jangan hanya jadi slogan. Apakah kita sudah Masagi? Saya jawab tegas, belum. Masih banyak ketimpangan dan kemiskinan. Semoga di hari jadi ke 23 ini menjadi momentum perubahan yang nyata,” pungkasnya. (Hermanto/PasundanNews.com)



















































