Naffisa Aqila Himawan, siswi kelas VA Madrasah Ibtidaiyah Banjar 2, sukses mencatatkan namanya sebagai bagian dari tim Akademi Persib Putri U-12 dalam turnamen JSSL Singapore Professional Academy 7s. Foto/Istimewa

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan talenta muda asal Kota Banjar di kancah internasional.

Naffisa Aqila Himawan, siswi kelas VA Madrasah Ibtidaiyah Banjar 2, sukses mencatatkan namanya sebagai bagian dari tim Akademi Persib Putri U-12 dalam turnamen JSSL Singapore Professional Academy 7s.

Pemain berusia 10 tahun yang berasal dari Lingkungan Jelat, Kelurahan Pataruman tersebut tampil impresif bersama skuad “Maung Geulis” hingga berhasil meraih Juara 1 Piala Silver.

Keberhasilan itu diraih usai menundukkan tim tuan rumah Lion City Sailors Blue dengan skor 2-0 pada partai final yang berlangsung ketat.

Sejak dini, Naffisa telah menunjukkan minat dan bakatnya di dunia sepak bola.

Ia mulai berlatih sejak usia 6 tahun bersama Mojang Priangan FC, yang menjadi tempatnya mengasah kemampuan hingga mampu bersaing di level internasional.

Rasa bangga dan haru disampaikan sang ayah, Erik Himawan (43), atas pencapaian putrinya.

Ia mengaku tidak menyangka Naffisa mampu melangkah sejauh ini, meski sejak kecil dikenal disiplin dan tekun dalam berlatih.

Baca Juga :Jadi Buruan Warga, Sorabi Munu’u Deni Jaber Khas Sukarame Laris Manis

“Sejak kecil dia memang serius menekuni sepak bola, bahkan sering bangun pagi untuk latihan. Ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tapi juga untuk Kota Banjar,” ujarnya saat dihubungi, Senin (6/4/2026).

Erik juga menekankan bahwa dukungan dari keluarga, teman, serta pelatih Mojang Priangan FC menjadi faktor penting dalam perjalanan Naffisa.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada manajemen dan tim pelatih Akademi Persib Putri yang telah memberikan kesempatan kepada putrinya untuk tampil di ajang internasional.

Menurutnya, sebagai orang tua, ia akan terus mendukung penuh minat dan bakat Naffisa di dunia sepak bola.

Ia berharap putrinya dapat terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi ke depan.

Di sisi lain, Erik menyoroti masih terbatasnya perhatian terhadap pembinaan atlet usia dini, khususnya di daerah.

Ia berharap pemerintah dan pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan lebih nyata, tidak hanya untuk sepak bola tetapi juga cabang olahraga lainnya.

Baca Juga :Dua Minibus Tabrakan di Jalan Siliwangi Banjar, Satu Pengemudi Luka-Luka

“Anak-anak berbakat seperti Naffisa adalah aset daerah. Sudah seharusnya mereka mendapat perhatian dan wadah yang memadai agar bisa terus berkembang,” katanya.

Ia pun berharap ke depan ada langkah konkret dari pemerintah daerah dalam mendukung potensi atlet muda.

“Sehingga para atlet tidak kehilangan kesempatan untuk berkembang dan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Restu/PasundanNews.com)