BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Sebanyak 73 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) disalurkan Pemerintah Kabupaten Ciamis kepada kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat modernisasi sektor pertanian.

Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2026 agar distribusinya lebih tertib dan benar-benar menjangkau petani yang berhak menerima.

Bantuan yang diserahkan terdiri atas 10 traktor roda empat, 32 traktor roda dua berkapasitas 6,5 HP, 30 pompa air berukuran tiga inci, serta satu mesin tanam padi atau rice transplanter.

Kepala DPKP Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, mengatakan penggunaan teknologi pertanian menjadi kebutuhan mendesak di tengah semakin terbatasnya tenaga kerja pertanian.

Menurutnya, mekanisasi dapat membantu petani mempercepat pengolahan lahan, menekan biaya operasional, serta meningkatkan efisiensi dalam proses penanaman.

“Kehadiran alsintan mempercepat pengolahan lahan dan mengenalkan teknologi tanam yang lebih efisien. Penggunaan alat modern tidak hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga menjadi jawaban atas berkurangnya tenaga kerja di lapangan,” ujar Ape.

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Ciamis, Rudi S.E., mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk aspirasi anggota DPR RI, dalam membantu pemenuhan kebutuhan peralatan pertanian.

Ia menilai bantuan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah, terutama ketika petani menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño.

“Bantuan ini tidak hanya untuk efisiensi kerja dan efektivitas olah tanah, tetapi juga strategi kita dalam membantu petani menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño. Kami harap alat-alat ini dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.

Baca Juga :Gerindra Ciamis Respons Positif Pencalonan Asep Rahmat, Dukungan Daerah Berbobot 50 Persen
DPR RI Minta Distribusi Pupuk Subsidi Diawasi Ketat

Di tengah upaya modernisasi pertanian, persoalan penyaluran pupuk bersubsidi turut menjadi perhatian dalam kegiatan yang dihadiri Anggota DPR RI Fraksi PAN, Herry Dermawan, tersebut.

Herry meminta pengawasan distribusi pupuk diperkuat untuk mencegah keterlambatan penyaluran maupun praktik yang berpotensi merugikan petani.

Terlebih, pemerintah telah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Kebijakan tersebut, menurutnya, harus memberikan manfaat nyata bagi petani.

“Jangan sampai ada petani yang dirugikan. Kalau ada petani yang komplain pupuknya tidak datang padahal sudah menyetorkan uang ke pengecer, silakan langsung laporkan!” tegas Herry.

Ia menjelaskan, sejumlah persoalan distribusi pupuk kerap berkaitan dengan ketidaksesuaian data penerima, perubahan status lahan pertanian, hingga petani yang belum tercatat dalam administrasi kelompok tani.

Karena itu, Herry meminta pengurus kelompok tani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) lebih aktif melakukan pembaruan data agar penyaluran pupuk bersubsidi tidak terkendala persoalan administratif.

Pemerintah Kabupaten Ciamis juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi pupuk untuk mematuhi ketentuan dan tidak melakukan penyimpangan.

“Pupuk adalah isu yang sangat sensitif. Saya minta semua pihak dari hulu ke hilir jangan bermain-main dengan pupuk bersubsidi. Jika terjadi penyimpangan, yang paling menderita adalah petani kita,” tegas Herdiat melalui Asda I.

Sementara itu, perwakilan kelompok tani penerima bantuan menyampaikan apresiasi atas penyaluran alsintan tersebut.

Mereka berkomitmen memanfaatkan peralatan secara bersama-sama serta melakukan perawatan agar bantuan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Melalui penambahan sarana pertanian dan pembenahan distribusi pupuk bersubsidi, Pemkab Ciamis berharap produktivitas pertanian semakin meningkat dan kesejahteraan petani dapat terus diperkuat.(Pepi Irawan/PasundanNews.com)